Aussie Girl Memang Nikmat!

11:35 PM

(0) Comments

Matahari sudah mulai redup menandakan senja akan datang, dalam keadaan lelah tetap kulangkahkan kakiku ke super market "Bilo" supermarket terlengkap di Newcastle. Aku saat ini sedang mengikuti trainnig, dan rutin tiap selesai trainning aku mampir "Bilo" disamping membeli untuk keperluan makan malam, juga untuk refreshing.

Sambil menunggu Bis kota, aku duduk di selter seraya menyanyi untuk melepaskan lelah. Tak jauh dariku ada dua cewek Ausie sedang bersenda gurau. Iseng-iseng aku nimbrung.
"Goodday" aku Kulu kataku memperkenalkan diri
"Goodday" jawab mereka menyambut hangat. Kebiasaan orang Ausie ramah dan hangat menyambut tamu asing,apalagi tahu kalau aku pelajar.
"Joddie walker dan Pauline maulszic" nama masing-masing cewek tersebut, mereka pulang sekolah dan sedang menunggu bus kota, saat ini mereka masih kelas dua SMA.

Kami ngobrol apa saja, sampai tentang pelajaran sekolah. Joddie dengan centil menanyakan tentang PR nya yang tidak bisa dikerjakan. Setelah aku baca, wah gambang nih pikirku, maka segera aku terangkan tuh pada kedua cewek, mereka ngerti. Bus kota datang, kami pun berpisah menuju kerumah masing-masing.

Beberapa hari kemudian aku ketemu dengan Joddie walker lagi diselter
"Bilo", kali ini sendirian.
"Hai, kul", dia menyebut namaku begitu dengan lidah pelat.
"Hai" balas ku juga.
Joddie sengaja menungguku untuk menawari ku jadi guru privatnya, ternyata setelah kejadian beberapa hari yang lalu Joddie cerita pada bapaknya tentang diriku. Aku setuju danbersama Joddie untuk menemui bapaknya.

Rumah Joddie tidak terlalu jauh, dalam waktu kurang lebih 15 menit sudah sampai. Rumah Joddie besar dan indah, aku dan Joddie segera masuk kedalam, aku disambut dengan hangat dan berkenalan dengan kedua orang tua Joddie. Kami segera akrab dan ngobrol sepertinya udah kenal lama. Ayah dan mami Joddie sibuk karena punya outlet persewaan DVD sehingga tidak dapat menemani Joddie belajar. Aku ditawari jadi guru privat Joddie sekalian menemani Joddie belajar tiga kali seminggu dengan imbalan 1000 $, wah lumayan nih untuk tambahan uang jajan.

Sejak kudampingi belajar, prestasi Joddie meningkat tajam, Joddie menjadi lebih bersemangat dalam belajar, yang berarti tidak sia-sia aku jadi guru privatnya. Aku memang ketat mengatur waktu mengajarnya. Walau masih berumur 15 tahun, Joddie sudah kelihatan cantik bertubuh seksi, yang kadang membuat tubuhku greng juga.

"Kul, mau minum apa" tanya Joddie saat les privat sudah selesai.
"Teh hangat aja" jawabku sambil duduk dan mengambil salah satu DVD langsung aku putar tanpa melihat judulnya.Aku kaget, Joddie juga kaget melihat adegan dilayar TV, rupanya DVD- BF. Aku segera berdiri dan mau mematikan, tapi dicegah Joddie."biar aja Kul, anggap aja ini pelajaran tambahan" kata Joddie sambil ketawa. Kami nikmati adegan sampai akhir dengan deg degan dan panas dingin. Suasana senyap, entah apa yang ada dipikiran masing-masing, yang jelas kepalaku mau pecah dipenuhi hasrat membara.

"Pelajaran tadi sangat hebat ya" kataku memecahkan keheningan. Joddie diam hanya tampak memerah mukanya menahan malu.
"Kalau dipraktekkan tambah hebat lagi" godaku, membuat muka Joddie tambah merah. "Boleh, kamu mau Kul" jawab Joddie malu-malu yang duduk disebelahku.

Mendengar jawaban itu, aku langsung memeluk tubuh Joddie yang terasa bergetar, kemudian kulumat bibirnya yang ranum menantang penuh gairah. Joddie membalas lumatanku penuh gairah pula, rupanya Jodie juga menahan hasrat membaranya. Lumatan demi lumatan terus berlangsung dengan seru, tanganku kini merayap dengan gesit kebalik baju Joddie, menarik BHnya keatas dan langsung mengusap-usap dengan lembut puting payudaranya. Joddie menggelinjang-gelinjang.

Satu persatu kancing baju Joddie kulucuti, baju terlepas nongollah payudara begitu indah dengan berpuncak puting kemerahan menantang, nafsuku semakin membara melihatnya, maka segera kuterkam payudara itu kulumat-lumat dan kusedot-sedot bergantian kanan dan kiri. Kini Joddi semakin menggelinjang dan mendesah-desah.

Tanganku kini turun lagi menyelinap kebalik CD Joddie, kuusap-usap gundukan berbulu yang ada disela-sela paha Joddie dengan lembut, rupanya gundukan berbulu itu sudah basah. Tangan Joddie kini menikuti gerakanku, dimasukkannya tangannya kebalik CDku, diraihnya kontolku yang sudah tegang kemudian diremas-remasnya dengan gemas, yang membuat kenikmatan luar biasa dan semakin meningkatkan nafsu birahiku. Adegan demikian ini terus berlangsung dengan serunya, suasana senyap hanya terdengar deru nafas kami berdua penuh kenikmatan.

Ketika CD Joddie akan kulucuti," Ah...., Kul jangan" pinta Joddie disela-sela deru nafasnya. Aku turuti permintaannya, tapi tanganku yang ada didalam CD Joddie semakin buas merabai memek Joddie, sesekali memutar-mutar itilnya dengan lembut, membuat Joddie berdesah-desah "ah...ah..."

Tiba-tiba terdengar mobil berhenti, kami terkejut, langsung menghentikan aktivitas, Joddie lari kekamar mandi, sedang aku segera membereska celanaku yang sudah hampir lepas dari tubuhku.

"Selamat malam" sapaku dengan kikuk saat ayah muncul dari pintu depan.
"selamat malam, sudah selesai belajarnya?" balas ayah Joddie.
Aku mengangguk, ayah Joddie duduk didepanku, seterusnya kamipun berbincang-bincang penuh keakraban, tak lama kemudian aku pamitan pulang. Sejak kejadian tersebut, kegiatan gosok mengosok memek dan kontol menjadi pelajaran tambahan setelah memberi pelajaran privat.

Tanpa terasa masa trainning selesai, aku harus segera kembali ke Indonesia. Sore hari aku ke Rumah Joddie untuk berpamitan. Suasana lenggang, hanya joddie yang dirumah, seperti biasa ayah dan ibu Joddie ke rentalnya dan pulangmalam hari.
"Goodday, maaf tanpa tilpon aku kesini" sapaku saat Joddie muncul membuka pintu.
" Goodday, enggak apa, aku lagi santai kok" balas Joddie. Kulihat Joddi sore ini memang sedang santai, memakai celana pendek dan kaos singlet bertuliskan Billabong. Dengan berpakaian sederhana begini Joddie justru lebih lebih cantik dan alami.

Kamipun ngobrol akrab sekali, dan aku berpamitan karena besok mau kembali ke Indonesia.
"Kok cepat kembali ke Indonesia, siapa yang menemani aku belajar kul" tanya Joddie dengan penuh kesedihan. Segera kupeluk tubuh Joddie, kuhibur agar tak sedih. Joddie memelukku erat-erat. Ku pagut bibirnya penuh kemesaraan, sambil mengusap airmatanya.Joddie membalas pagutanku erat-erat, lumatan kami semakin memanas, lidah kami saling putar memutar, saling sedot menyedot, ah...begitu nikmat.

Tak terasa tubuh kami bugil, pakaian bertebaran kemana-mana. Mulutku yang semula memilin-milin puting payudara Joddie kini turun perlahan-lahan ke perut, kemudian turun lagi menelusuri paha sambil menjilat dan menggigit kecil membuat tubuh Joddi menggelinjang-gelinjang. Bibirku terus merayap, kini berhenti di memek Joddie yang sudah basah, kusibakkan jembutnya dengan lidahku, kujilat-jilat itil yang menyembul dibalik kedua bibir memek Joddie. jilatanku pelan-pelan, memutar-mutar membuat Joddie mendesah-desah " ah... aha... uh... Kul" desah Joddie sambil mengerak-gerakkan pinggulnya mengikuti gerakan lidahku.

Jodie memutar badannya, diraihnya kontolku, lalu dikulumnya dengan buas, dijilat-jilat penuh nafsu, membuatku menggelinjang-gelinjang merasakan kenikmatan. Awalnya Joddie enggan dan muntah waktu ngemut kontolku, karena ada les tambahan membuat Joddie kini lihai memainkan kontolku juga memainkan nafsuku.

Lidahku kini semakin liar memainkan itil Joddie, dan dengan gerakan buas kusedot-sedot dan kujelajahi seluruh memek Joddie, Joddie menggelinjang mendesah-desah sambil terus menjilati kontolku, ah.....eenaaaak sekali.

Setelah puas, kami kembali ke posisi semula, kembali kuterjang bibir Joddie penuh kebuasan yang disambut pula oleh Joddie dengan buas. Nafsuku betul-betul sudah sampai puncak, kontolku sudah menegang tak sabar mau nembak memek Joddie yang basah tapi membara. Ketika kontolku sudah sampai mulut memek Joddie " ah..Kul, jangan" pinta Juddie.
" Kenapa apa" tanyaku penasaran dan penuh nafsu.
"aku takut karena belum pernah melakukan begini" jawab Joddie.
Kuturti permintaannya. Maka kontolku tak jadi kumasukkan hanya kujepitkan disela-sela bibir memek Joddie, terus kugeser-geserkan penuh nafsu. Rupanya geseran kontolku menimbulkan kenikmatan tersendiri bagi Joddie yang membuatnya penasaran. Kini kontolku dipegangnya dan dimasukkan pelan-pelan ke dalam memeknya, kubiarkan saja.

Kontolku yang cukup besar susah masuk ke rongga memeknya, sehingga Joddie hanya memasukkan kontolku sebagian saja, lalu diputar-putarnya mengelilingi mulut memeknya, membuat tubuhnya kadang bergidik kadang menggelinjang. Aku geli melihat kelakuan Joddie, kubiarkan saja Joddie memainkan kontolku sesukanya, sedangkan aku memain-mainkan puting payudaranya dengan lidahku.

Entah berapa lama permainan lucu ini berlangsung, kini kurasakan semua kontolku sudah masuk seluruhnya kedalam rongga memek, Joddie nampak lega. Kini kutarik kontolku pelan-pelan kemudian kumasukkan lagi pelan-pelan berulang kali, terasa memang memek Joddie masih sempit. Kini Joddie tampaknya sudah tidak merasakan sakit dan takut lagi, bahkan sudah dapat menikmati sodokkan kontolku. Dengan gerakan memutar kutarik pelan-pelan kontolku, kemudian kumasukkan lagi kontolku, kemudian kubuat gerakan seakan-akan mematuk-matuk memek Joddie, " sakit enggak" tanyaku lirih sambil kontolku terus mematuk-matuk memek Joddie. " ehh eng... gak.. ehh.. uh... uh.." jawab Joddie disela desahnya.

Bosan dengan gerakan ini, Joddi kuangkankat keatas tubuhku. Dibukanya pahanya, tampak memek Joddie merah membara dan sedikit berdarah. Mula-mula Joddie canggung pada posisi ini, kadang mau jatuh kekanan atau kekiri. Maka kubantu Joddie agar bisa tetap tegak, sedang kedua tangan Joddie mencengkeram kontolku yang kemudian dimasukkan ke memeknya pelan-pelan dengan penuh keraguan. Ujung kontolku diputar-putarnya mengitari itilnya, tampak Joddie menggelinjang.

Kemudian kontolku dimasukkan lebih dalam, walau terasa susah akhirnya masuk juga seluruh kontolku dalam memek Joddie. Pelan-pelan Joddie menggerakkan pinggulnya naik turun, menyebabkan kontolku keluar masuk memek Joddie. Kini Joddie yang mengedalikan gerakan kontolku dalam memeknya, karena dia dapat bergerak leluasa.

Gerakan pinggul Joddie semakin cepat, rasa sakit tampaknya sudah hilang, kini dengan penuh gairah digoyangnya pinggulnya dan sesekali di tutupnya kedua belah pahanya yang menyebabkan cengkeraman memek ke kontolku terasa dahsyat, menimbulkan kenikmatan luar biasa, sampai-sampai kini aku yang mendesah kenikmatan " uh.. ah.. enak sekali memekmu" desahku. Kulihat Joddie tersenyum penuh kemenangan, Joddie semakin semangat menggooyangkan pinggulnya kedepan-kebelakang, kesamping kanan-kesamping kiri kemudian keatas-kebawah demikian terus dan terus......... menyebabkan kontolku terasa dipijat-pijat kenikmatan, kini Joddie pun ikut berdesah-desah kenikmatan ber-iringan dengan desahku." ah... uh... ah... uh... nikmat sekali"

Tiba-tiba tubuh Joddie mengejang "ah...uh...Kul aku enggak tahan lagi" desah Joddie panjang, " aku juga..." jawabku. Tubuh kami berdua sama-sama mengejang...., memek Joddie mencengkeram kontolku erat-erat... dan ah.. ah.. ah... niiiikmaaaat... ah.. niiiiikmaaaaat, croooot..croot spermaku terpancar ke rongga memek Joddie. Kubiarkan kontolku tetap dicengkeram oleh memek Joddie tidak mau melepaskan......, kamipun tertidur dengan berpelukan berselimutkan kenikmatan...

- End -

Taglines: Cerita Panas, Cerita Dewasa, Cerita Seru, 17Tahun

ads

freezy

0 Responses to "Aussie Girl Memang Nikmat!"

Post a Comment