Cewek Berjilbab

11:25 PM

(0) Comments

Aku suka gadis berjilbab. Kalian pasti heran. Bagiku tidak. Gadis berjilbab justru penuh misteri. Dan misteri itu menantangku untuk mengungkapnya.

Dan aku mendapatkannya suatu hari di rumah seorang teman tanpa sengaja. Saat itu aku menumpang ke kamar mandi. Di kamar mandi itulah kudengar suara pintu tertutup di ruang sebelah. Dan tiba-tiba mataku menatap lubang angin di dinding penyekat dengan ruang sebelah.
Penasaran, aku memanjat bak mandi. Astaga, ternyata ruang sebelah juga kamar mandi. Aku rupanya sedang beruntung. Kisi-kisi lubang angin itu cukup kecil untuk membuat kepala dan wajahku tak tampak, tapi cukup besar untuk melihat seluruh bagian kamar mandi.

Siang itu, yang pertama terlihat olehku membuat jantungku berdetak keras: sebuah kepala yang tertutup jilbab putih. Gadis berjilbab itu membelakangiku, menggantung handuk dan satu stel seragam SMU di paku di dinding. Jantungku berdetak makin keras, gadis itu berbalik dan jelaslah kini wajahnya.

Dia Uswatun Khasanah, adik temanku. Baru kelas 2 SMU. Ia memang selalu menarik perhatianku. Wajahnya lembut, sangat mirip Maudy Koesnaedi. Dan yang terpenting, ia selalu berjilbab. Aku sering mencuri pandang padanya. Aku bakal sangat puas kalau berhasil melihat angin bertiup ke arahnya dan membuat jilbab yang terulur sampai ke pinggulnya, merapat ke tubuhnya dan memperlihatkan tonjolan di dadanya, atau lekukan pangkal pahanya. Aku juga gembira jika berhasil melihat sedikit saja betisnya yang kuning langsat.
Tapi kali ini, hanya dalam jarak satu meter, Uswatun siap memperlihatkan semuanya padaku. Dan aku tak perlu menunggu lama. Uswatun kini menyampirkan jilbab panjangnya ke belakang pundaknya. Tonjolan dadanya membuat penisku menegang.
Debar jantungku seperti musik rock melihat Uswatun melepas kancing di bagian muka jubah (baju kurung panjang) merah atinya. Kancing itu hanya sampai sedikit di bawah dadanya. Lalu kulihat Uswatun mengangkat jubahnya ke atas kepalanya.

Mataku seperti bakal meloncat keluar ketika akhirnya melihat tubuh indah gadis remaja itu hanya tertutup celana dalam putih, BH krem dan jilbab putih. Lalu, kain di pinggulnya itu pun lepas. Gila, sensasi yang kurasakan sungguh luar biasa. Memek gadis alim ini sungguh indah, berlapis jembut tipis yang rapat ke kulit putih mulusnya.
Aku hampir teriak kegirangan ketika akhirnya ia melepas BH-nya. Teteknya sungguh indah, khas tetek ABG. Besarnya hanya sekitar sekepalan tangannya, tapi putingnya yang mungil dan kehitaman tampak tegak.

Bayangkan, seorang gadis berjilbab tapi betul-betul downless!
Bagian selanjutnya tak begitu menarik bagiku, sebab ia kini melepas jilbabnya. Tapi tetap lumayan menarik melihat atraksi mandinya sambil membayangkan saat ia masih berjilbab. Sambil bersenandung, gadis manis ini menyabuni sekujur tubuhnya dan menggosok agak lama selangkangannya.
Lalu bagian yang kusuka kembali dimulai usai ia menghanduki tubuhnya. Aneh, kali ini ia melakukannya dengan lebih dulu memakai jilbabnya, lalu celana dalam, BH, rok dalam dan kaus dalam, lalu blus seragam dan rok panjang abu-abunya.

Cepat aku keluar dan berpapasan dengannya di lorong rumahnya. Ia tersenyum padaku, manis sekali. Kubalas senyumnya. Ufff...andai saja ia tahu aku telah melihat memek dan teteknya...
Sejak itu, aku jadi sering ke rumah temanku. Apalagi, di situ juga ada kakaknya Uswatun yang juga berjilbab serta seorang saudara sepupu mereka yang juga --lagi-lagi-- berjilbab. Lain kali kuceritakan pengalamanku di kamar mandi temanku serta pengalamanku (asli !) meraba tetek dan memek Uswatun tanpa dia sadar...

- End -

Taglines: Cerita Panas, Cerita Dewasa, Cerita Seru, Indonesia Menjerit

ads

freezy

0 Responses to "Cewek Berjilbab"

Post a Comment