Eva Celia Latjuba

11:08 PM

(0) Comments

Ceritanya, gara2 dua kali gk naek kelas, Eva Celia Latjuba nih ma emaknya si Sophia Latjuba di kasih les private biar gk dongo lagi. Salah satunya adalah pelajaran komputer yang kebetulan jadi pengajarnya gw, mulanya sih gk ada masalah apa2, gw juga gk kepikiran macam2 ma dia klo gi ngajarin. Walo kadang2 suka rada2 horny juga liat dia klo gi les cuma pake celana pendek doank. Pa lagi selama les kerjaannya duduk mulu ngadap komputer, jadi pahanya makin terbuka aja ke atas.
Ampe pada suatu ari gw diadapin pada suatu kenyataan yang mengejutkan. Sore itu pas gi ngajarin dia Excell, tiba2 Eva berhenti mengetik.

“napa?” tanya ku, “bosan!” jawabnya manja, bibirnya mancung ke depan.
“lho, jadinya mo gimana?” tanyaku bingung
“buka yang laen..”pintanya, “Ha, buka paan??” aq balik tanya
Eva menatapku bentar lalu sambil berbisik dia bilang, “buka bokep”
“ah gk boleh!” ujar ku spontan, komputernya mang bisa konek ke internet.
“napa?” cecarnya, “Eva masih kecil” ujarku, “gw dah smp!” serunya. Aq garuk2 kepala, aq sendiri pertama kali liat bokep pas SD
“mangnya mo ngapain liat bokep?” tanyaku, “mau tau aja”

Aq terdiam memikirkan permintaannya, rasanya gk mungkin dia gk tau. Sangat gampang mencari hal2 seperti itu dari google. Hal ini malah memancing libido ku, jangan2 dia skedar memancingku saja. Apalagi saat itu Eva hanya menggunakan kaos you can see ma celana pendek sepaha.
Aq menelan ludah sejenak sebelum akhirnya memberanikan diri bilang, “ngapain liat bokep, klo bisa praktek langsung?” mata Eva yang bulat hitam memandangku seolah tak percaya.
“Eva dah pernah ciuman?” dia menggeleng dengan kuat, “mau ciuman dengan abang?” mulanya ku pikir dia akan menolak ato setidaknya pura2 menolak tapi malah dengan antusias Eva menjawab iya.

Aq segera mendekatkan wajahku ke wajahnya dan mulai memagut bibirnya, tanpa ku duga Eva membalas pagutanku dengan panas bahkan kedua tangannya melingkari leherku. Tak ku sia2kan aq pun dengan penuh nafsu mengulum bibirnya, lidah kami saling bertemu. Hisapan demi hisapan saling berganti kami lancarkan, bibir kami udah basah oleh air liur masing2.
Beberapa menit kemudian kami berhenti berciuman, tangannya masih melingkar di leherku.
“katanya belum pernah ciuman?” ujarku, Eva tertawa lucu, matanya mengerjab seolah2 senang karena telah berhasil menipuku. Dengan gemas aq kembali mencium bibirnya dan Eva membalasnya tak kalah hangat. Tak puas rasanya berciuman tanpa meraba, berlahan2 tanganku merayap. Mulanya memeluk pinggangnya, kemudian mengelus2 punggungnya. Makin lama makin ke depan dan tanpa bisa ku tahan lagi, langsung ku remas payudaranya. Ya elah, pas banget di tangan. Gk kurang gk lebih, gedean BHnya kali ni..

Ku remas2 payudara anak 14 taon ini, seperti ngeremas kue sarabi aja gk terasa apa2.
“tangannya nakal” sungut Eva, pura2 marah. Bibirnya lagi2 mancung ke depan, aq cengengesan sambil ngelirik ke tonjolan dadanya. “klo mo liat, buka aja”undangnya, “yakin?” pastiku, dia mengangguk.

Tanpa nunggu dua kali aq langsung mengangkat kaos yukensi Eva ke atas, Eva mengangkat kedua tangannya ke atas hingga aq leluasa melolosi kaosnya. Bener dugaanku, gedean BHnya. Payudaranya tenggelam didalamnya, walo begitu aq tetap antusias membuka BH Eva. Wow
Mulanya ku raba2 dan kuremas payudara Eva sambil sesekali mencubit2 pentilnya yang udah menegang lalu aq mulai menyedot2 pentilnya. Sedotanku di pentilnya membuat Eva menggelinjang keenakan, jari2 tangannya meremas rambut kepalaku disertai desisannya mmbuat aq makin bersemangat menyedot2 pentilnya. Berganti2 antara yang kanan dan kiri sambil jari2ku tak lupa terus meremas2 payudaranya.
Ditengah keasikanku menyedot pentilnya ku rasakan jari2 Eva meremas selangkanganku, bener2 berani nih anak, pikirku.

”klo mo liat, buka aja” aq balik mengundangnya, tanpa ku duga dengan sigap Eva menurunkan resleting celanaku tapi kontolku masih belum bisa keluar karena tertahan celana kolor. Aq berinisiatif berdiri dari dari kursi, membuka ikat pinggangku dan memelorotkan celanaku, begitu celanaku melorot Eva langsung gantian memelorotkan celana dalamku hingga batang kontolku yang emang dah dari tadi menegang segera lepas menjulang.
Dengan penuh takjub Eva memandang kontolku yang tepat di depan wajahnya, tubuhku sedikit bergetar saat merasakan tanganya yang halus menggenggam batang kontolku dan dengan lembut mengelus-ngelusnya. Aq diam saja menikmati kocokan lembut Eva, hampir tiga menit dia melakukan itu.

”udah pernah liat kontol, ’Va?” tanyaku, Eva hanya tersenyum aja mendengar pertanyaanku. Sejenak aq menahan nafas saat meliaht Eva mendekatkan wajahnya ke kontolku, mulutnya membuka makin lama makin lebar, aq gk tau bagaimana mengungkapkannya tapi aq merasakan sensasi yang tiada tara saat kepala kontolku masuk kedalam mulut Eva!
Kali ini tubuhku benar2 merinding merasakan kuluman dan hisapan Eva di kontolku, gk ku duga sama sekali dia bisa blowjob! Kontolku jadi basah dan mengkilat karena liur Eva yang menempel, kepala kontolku pun jadi makin memerah. Eva seolah2 benar2 menikmati menghisap kontolku walau kadang2 giginya suka nyangkut di kepala jamur kontolku tapi itu tidak mengurangi kenikmatan yang kurasakan.

”enak banget hisapanmu, ’Va” rayuku, dengan genit Eva melirik kearahku sambil makin giat menyepongku. Aq benar2 gila dibuatnya, tanpa sadar aq mendesah2 dan menceracau merasakan kenikmatan dibatang kontolku, sambil terus menghisap kontolku Eva sesekali tertawa mendengar ceracauanku, kadang2 dia berhenti menghisap kontolku dan gantinya mengocok2 kontolku dengan keras. Kalau sudah begitu aq lalu meraih kepala Eva dan mengarahkannya lagi agar kembali menghisap kontolku.
Kurasa aq hampir sampai, ceracauanku pun makin keras. ”Va..aaaa…vaaa… aq mo kluar…mo kluar…”ceracauku, Eva menarik kepalanya hingga kontolku keluar dari dalam mulutnya dan mulai mengocok2 kontolku dengan tangannya. Akhirnya spermaku muncrat keluar disertai rasa nikmat yang tiada tara, Eva membiarkan wajahnya terkena semprotan spermaku. Matanya gk berkedip melihat mulut kontolku berkali2 mengeluarkan cairan putih kental yang mendarat diwajah dan payudaranya.

Aq terduduk lemas beberapa saat setelah sperma terakhirku keluar, dadaku berdebar2 dengan kencang. ”udah puas?” tanya Eva tanpa memperdulikan spermaku yang menempel di wajahnya. ”Iya, enak banget ’Va” bisikku. ”gantian donk, abg juga isap pepek Eva” ujarnya, aq segera mengangguk. Udah gk sabar rasanya melihat bentuk pepek bocah usia 14 tahun ini.
Gantian Eva yang bangkit dari kursinya dan memelorotkan celana pendeknya, celana dalamnya berwarna pink. Mataku tak lepas melihat Eva yang mulai memelorotkan celana dalamnya, tanpa sadar aq berdecak kagum. Pepeknya benar2 indah, walau sudah ditumbuhi bulu2 tapi tidak terlalu banyak hingga aq masih bisa melihat bentuk pepeknya yang menonjol dengan garis memanjang yang membelah tengah2nya. Aq benar2 beruntung!.

Aq segera meraih pinggang Eva, dengan gemas ku remas bongkahan daging pantatnya. Dari dekat aq bisa melihat belahan pepek Eva sudah mengeluarkan cairan bening, bau khas pepek perempuan segera menusuk hidungku, bukannya jijik aq malah jadi terangsang. Ku rasakan kontolku menggeliat kembali, bangun dari pingsannya.
Tubuh Eva sedikit menggeliat saat aq mulai menjilati belahan pepeknya, dia makin mengangkangkan kakinya agar kepalaku bisa makin dalam masuk ke tengah2 selangkanganya, ”ennggghhh… abgn….”desisnya saat lidahku mengusap2 belahan pepeknya. Pepeknya makin basah oleh liur dan cairan vaginanya.

”bang, di tempat tidur aja” ajaknya, aq langsung bangkit mengikuti Eva menuju tempat tidurnya. Melihat tubuh telanjang Eva dari belakang benar2 membuat nafsuku kembali berkobar, ku susupkan jari tanganku dibelahan pantat Eva meraba2nya sampai ke belahan pepeknya. Eva terdiam merasakan rabaanku kepalanya tengadah hingga aq bisa melihat wajahnya yang dilengketi spermaku. Aq berinisiatif mengelap wajahnya dengan celana dalamku, sejenak kami berpelukan sambil berdiri, aq terpaksa menunduk agak kebawah menjangkau bibirnya.

Eva kemudian berbaring telentang di ranjangnya dan mengangkangkan lebar kakinya mempertunjukkan pepeknya ke padaku, entah berapa kali aq menelan ludah. Aq ikut naik ke atas ranjang dan berlutut, kembali lidahku menjalar di pepek Eva. Dengan asik aq menjilat2 dan menghisap2 pepeknya, jari2ku membuka belahan pepeknya hingga aq bisa melihat kedalam pepeknya, dibagian atas pepeknya terlihat itilnya yang berwarna pink. Eva menjerit kecil saat itilnya ku sedot dan kuhisap dengan rakus, tubuhnya menggeliat2 merasakan sensasi sedotanku.
Beberapa saat kemudian, tubuh Eva mengejang , jari2 tangannya menjambak dengan keras rambut kepalaku, ”abang…aaabang….keluar…..aaanngggghhh…. kluaarrr….” ceracaunya. Aq makin giat menyedot2 itilnya sambil berganti2 lidahku menjilat2 seperti kucing yang sedang minum dan disertai jerit tertahan Eva cairan vaginanya membanjir keluar seperti bendungan jebol. Tubuhnya berkelenjotan merasakan orgasme pertamanya. Akhirnya Eva berhenti bergerak, matanya sayu memandangku mengisyaratkan rasa lelah. Dadanya yang dihiasi sepasang daging menggumpal terlihat nyata turun naik seiring deru nafas Eva.

Aq merangkak ke atas tubuh Eva, menciumi wajahnya yag berkeringat. Nafas kami saling beradu, ”Eva, bang masukin ya kontol abg ke pepeknya” pintaku sambil tanganku mengelus bukit kecil Eva. Mata lelah Eva hanya menatapku, aq gk tau artinya tapi masa bodoh yang penting aq mau merasakan pepek bocah ini.

Aq segera mengambil posisi di ats tubuh Eva, kakinya makin ku kangkangkan dan aq mulai mendekatkan kontolku ke pepek Eva yang basah. Mulanya aq mengusap2kan kepala kontolku di celah pepek Eva hingga kepala kontolku ikut basah terkena cairan pepeknya kemudian aq mulai menekan kontolku masuk ke dalam vaginanya. Tubuh Eva mulai mengejang seiring masuknya ujung kontolku ke dalam vaginanya, aq gk mau terburu jadi ku hentikan sejenak doronganku, ”terus bang..” bisik Eva, sudah dapat lampu ijo begitu aq kembali meneruskan doronganku.

Rasanya bener2 luar biasa saat kepala kontolku menyusup masuk ke celah sempit pepek Eva yang berlendir, Eva sendiri mengeluarkan suara rengekan yang makin memacu birahiku seiring masuknya batang kontolku ke dalam pepeknya. Dahiku berkerut sejenak merasakan batang kontolku maju dengan mulus di dalam pepek bocah ini, seperti ada sesuatu yang kurang.
”kamu gk perawan ya ’Va?” tanyaku penasaran, Eva menggeleng kuat2 sambil menggoyang2kan pinggulnya keatas. Anjirt! Makiku dalam hati, kirain gw merawani anak orang, rupanya udah barang bekas. Dengan gemas dan rasa sedikit kecewa ku tekan dengan kuat batang kontolku yang sudah setengahnya masuk ke dalam vagina Eva hingga amblas seluruhnya. Tusukanku membuat Eva memekik. Kudiamkan sejenak tubuhku merasakan gerakan otot vagina Eva menjepit2 batang kontol yang berada di dalamnya, Eva sendiri hanya diam pasrah menunggu gerakanku selanjutnya.

Disertai desah dan pekik kecil Eva aq dengan perasaan nikmat menggenjot pinggulku, menghunjam2kan batang kontolku didalam vaginanya. Namanya juga pepek anak SMP, walo udah gk perawan dan basah karena lendir tetap aja rasanya sempit menjepit kontolku. Eva sendiri memekik2 kecil menahankan rasa nikmat sekaligus sakit di dalam vaginanya yang semestinya belum masanya dimasuki kontol.
Cukup lama juga aq menggenjot Eva, tubuh kami telah basah oleh keringat. Aq sama sekali tidak berniat ganti2 posisi seperti di film2 bokep itu, lagipula kelihatan Eva gk cukup kuat untuk mencoba bermacam gaya. Kurasakan kepala kontolku mulai gatal sebagai tanda aq akan orgasme, kupercepat genjotanku membuat tubuh Eva makin keras tergoncang2 pekikannya pun makin kuat. Ku rasakan vaginanya makin basah oleh lendiri yang membuat kontolku makin leluasa bergerak, ”kluar…kluarr…aaannggghhhh…anngghh….”pekik Eva, kepalanya menggeleng2 kiri dan kanan merasakan orgasme keduanya sementara aq terus bergerak cepat mencari oragasmeku sendiri. Hingga begitu kurasakan spermaku akan muncrat segera ku cabut kontolku, sejenak ku kocok2kan sampai kemudian spermaku untuk kedua kalinya muncrat keluar dan mendarat di perut Eva. Kali ini tidak sebanyak yang pertama tapi rasa nikmat yang ditimbulkan tetap sama seperti yang pertama.
Sejak kejadian itu, kami sering mengulangnya kembali.

Eva sendiri kelihatannya sangat ketagihan mengentot, seringkali kami tidak jdi belajar komputernya karena dia meminta untuk mengentot saja. baru pertama kali ini aq melihat payudara anak smp. Bentuknya seperti tonjolan dengan sepasang pentil yang berwarna coklat kemerah2an, asli masih belum menggantung seperti payudara orang dewasa.

- End -

Taglines: Cerita Panas, Cerita Dewasa, Cerita Seru, Fan Fiction, Eva Celia Latjuba

ads

freezy

0 Responses to "Eva Celia Latjuba"

Post a Comment