Inge, Rekan Kerjaku

11:35 PM

(0) Comments

Kejadian ini saat aku belum menikah dan masih bekerja diperusahaan ditribusi makanan, Aku saat itu menjadi Chirf Account Officer dan salah seorang staff ku yg baru bekerja 4 bulan namanya Inge, dia seorang sarjana ekonomi yg baru setahun lalusnya umurnya masih 23 th.

Dulu saat pertama kali masuk kantor kulihat sering diantar dan dijemput pakai motor oleh pacarnya, tetapi sudah ada seminggu terakhir inge selalu mengendarai motor sendiri. Memang Inge berwajah manis, hanya sayang kurang tinggi sedikit. Yang menarik buat lelaki semacam saya adalah bibirnya yg selalu kelihatan basah terus karena lidahnya sering dipakai membasahi bibirnya dan selain itu model rambutnya yg pakai gaya sedit yg terurai didekat telinga dan diberi jelly hingga kelihatan basah.

Juga yg kelihatan sensual adalah cara berpakainnya karena Inge selalu pakai baju atau kaos yg agak ketat sehingga perutnya kelihatan ramping dan buah dadanya terlihaat agak menonjol. Memang buah dadanya sendiri tak terlalu besar tetapi cukup bagus bila pakai baju/kaos yg ketat. Suatu saat aku tegur dia:"Inge, kenapa sekarang kamu naik motor sendiri?" Yaaahh, yg antarin sudah nggak ada "sahutnya. "masak iya,kemana pacarmu itu?" tanyaku. "Aaach, nggak tahu pergi kemana dia, biarin saja "jawabnya dgn nada kesal. Beberapa hari kemudian, saat makan siang , aku lewat kamarnya dia, kebetulan cuma Inge seorang diri dan lagi makan, rupanya yg lain makan keluar segera aku masuk dan duduk depan mejanya. "Makan sendirian saja?".

"Iya pak, sahutnya. Sambil makan, Inge lihat2 iklan bioskop dikoran. Tiba2 Inge ngomong:"Waah film Mandarin ini bagus pak, Inge kepingin nonton tapi nggak ada teman sekarang". "Kalau memang nggak ada teman nanti saya temani" kataku. "Aaaaah...bapak bisa aja nanti pacarnya bapak mara lho!" sahutnya. "Yaaaa, jangan sampai ketahuan dong, sekali2 kan ngak apa2" kataku.

"Kalau sungguh, kapak bapak bisanya?., asal jangan yg malam2 paling lambat yg pk. 7" jelas Inge. "Besok malam ?. Pokoknya jangan Saptu dan Minggu malam itu acara bapak sdh patent" kataku. "Kalau gitu besok malam ya pak?". "Boleh, bapak jemput jam berapa?" "Inge sampai kost jam 5 sore, lalu mandi dulu jadi kira2 pk 6 sore ya" "Oke" sahutku.
Besok sore nya setelah saya pulang kekost dan mandi lalu siap kekostnya Inge. Sampai disana ternyata Inge blm selesai hingga aku tunggu beberapa menit, kemudian kita langsung berangkat. Karena baru pk 6.10 padahal filmnya mulai pk 7, maka kita putar2 kota dulu. Dalam mobil aku bilang dgn Inge kalau lagi nggak dinas begini jangan panggil aku pak, sebab umur kita paling beda 7 tahun, aku jadi nggak enak dong. Akhirnya setelah putar2 kita langsung ke bioskop dan beli tiket lalu masuk, aku memang sengaja minta tempat duduk yg dipinggir. Rupanya filmya kurang bagus, sebab sampai saat mulai penontonnya hanya sedikit.

Memang artis2 yg main sexy2, apalgi film Mandarin terhitung banyak yg berani juga actionnya. Kalau pas adegan yg hot Inge tiba2 memegang tanganku, suatu saat kalau adegan panas sebelum tangannya Inge yg beraksi aku pegang dulu telapak tangannya erat2.
Walaupun adegan panas sdh berlalu tangannya tetap kupegang terus dan per-lahan2 tangannya kuletakkan diatas pahanya. Ketika Inge masih diam saja atas aksi ini, maka jari2 ku kupakai utk meng-utik2 pahanya yg sdh terbuka karena roknya yg agak pendek itu naik kalau buat duduk. Beberapa menit hal itu kulakukan dan Inge pun masih diam, lalu tangannya dia kutarik kepaha lebih atas sekaligus utk menyingkap roknya supaya naik kepangkal paha. Setelah kulihat roknya menyingkap sampai hampir pangkal pahanya sehingga paha yg mulus itu terlihat remang2 dgn penerangan cahaya dr film saja. Aku pura2 diam sebentar . kebetulan ada adegan panas lagi dan tanganku segera memegang pahanya dan tangannya Inge memegan bagian atas tanganku.Kupikir Inge akan melarang kegiatan tanganku itu, tetapi tangannya hanya ditumpangkan saja ditanganku. Kuberanikan lagi operasi ini, tanganku ku-usapkan kepahanya dr atas lutut sampai keatas dekat pangka pahanya. Sudah ada 5 menit aku melakukan ini bergatian paha kanan dan kiri, tapi Inge tetap diam hingga nafasku yg mulai memburu.

Akhirnya kuberanikan tanganku utk mengusap pahanya sampai ke selakangannya hingga menyentuh CD nya dan bagian kemaluannya kugelitik dgn 2 jariku. Saat itu Inge kelihatan mendesah sambil membetulkan duduknya. Kugelitik terus itilnya dgn jari dan kadang2 jariku kumasukkan kedalam lubang vaginanya, ternyata lubangnya sdh basah juga. Belum beberapa lama, Inge menggeliat duduknya dan bilang:"Oom, jangan digitukan nanti basah semua vagina Unge juga CD nya, sebab Inge punya banyak keluarnya". Lalu tanganku kutarik dan kupindahkan le paha nya saja. Aku bisiki:"Nanti lain kali saja sambil santai dihotel ya ?". Inge mengangguk dan berkata:"Kira2 minggu depan saja sebab kalau sering pergi malam nanti nggak enak dgn tante kost" Setelah film selesai sambil jalan keluar, kurangkul pundaknya dan Ingepun memegang pinggangku sambil kepalanya disandarkan kebahuku. Aku ajak Inge makan malam sekalian sambil ngobrol macam2, Aku tanya: Inge, biasanya kamu diajak pacarmu santai dimana?".

"Yaaah,kadang2 dihotel P atau hotel NP diatas Candi kadang2 juga dihotel R dibawah kalau malas jauh2". Dengan jawaban Inge itu, aku sudah dpt mengambil kesimpulan bahwa Inge saat ini sdh bukan perawan lagi, jadi aku berani utk mengajaknya kehotel minggu depan. Selesai makan aku antarkan Inge pulang, sebelum turun mobil kupeluknya dan diapun membalasnya dgn merangkul leherku kuat2 untuk menerima ciuman dan kecupan2 pd bibirnya dan selesai itu dgn sedikit tehnik tanganku menyambar dan memijit buah dadanya. "Acch.. nakal ya oom?, katanya. dan "Bye...bye.... Pd keesokan harinya saya bertemu Inge dikantor dan kita bersikap biasa2 saja sehingga tak ada teman yg curiga kalau kita telah pacaran semalam. Saat aku tanya kenapa sang pacar tak mengantar lagi, Inge bilang kalau pacarnya sekarang lagi renggang walaupun belum ptus 100 % karena pacarnya yg SH itu dan bekerja sbg salesman electronic itu belakangan suka tersinggung tanpa sebab yg jelas. Mungkin iri atau malu karena Inge dpt kerjaan dgn gajih yg semetara ini lebih besar dr pdnya.

Suatu siang dihari Rabu seminggu setelah kita nonton, kebetulan Inge datang kekamarku dgn membawa laporan2 yg aku harus tanda tangani. Inge bertanya:"Pak, nanti malam bapak ada waktu?". "Kenapa" tanyaku pura2 sebab dlm hatiku saat2 inilah yg kunantikan. "Kalau bapak ada waktu, Inge kepingin makan diluar tapi kok nggak ada teman" sahutnya. "Oke. kalau Inge yg ngajak saya bersedia. Jam 6 sore seperti minggu lalu saya datang kekost ya Inge?". kataku. "Terima kasih ya pak". Sore itu aku cepat2 pulang dan segera mandi. Jam 5.30 sore aku siap berangkat ke kostnya Inge, karena terlalu pagi Inge belum siap dan aku tunggu diruang tamu. Baru kira2 10 menit kemudian Inge keluar. Aku sempat terpesona beberapa saat, karean Inge yg saya tahu biasanya memakai rok agak mini dgn baju atau kaos pendek perutnya dan agak ketat. Kali ini tampil dgn memakai gaun panjang warna ungu dgn belahan yg agak tinggi dibagian paha sebelah kirinya, sehingga kalau jalan pahanya yg kiri nan putih bersih itu kelihatan dgn jelas dan bagian dalam pahanya kanan juga nampak samar2. "Ceeek....ceeekkk....ceeekkkk" komentarku. Inge bahkan tersenyum manis dan kemudian memutar tubuhnya dan ......bagian punggungnya terbuka lebar sampai kebawah dgn model huruf V sampai diatas pinggulnya.

Aku yakin sekali kalau Inge pasti no bra sekarang. Tanpa duduk, Inge langsung mengajak berangkat. Aku rangkul pinggangnya, Inge jadi agak kikuk taku kalau tante kostnya tahu. Begitu masuk mobil aku minta untuk mengecup dulu bibirnya yg merah merekah dan basah terus itu, sambil punggungnya yg terbuka itu ku-usap2 dan ternyata dugaan benar saat dadanya kutekan erat2 kedadaku terasa gumpalan daging yg kenyal dgn nama payu dara tanpa terlindungi spons BH menempel didadaku. Denyut jantungku langsung berdetak cepat. Kemudian mobil mulai kujalankan dan tangannya Inge diletakkan diatas paha kiriku sambil kadang2 memijit pahaku. Mau makan mana Inge ?. Terserah bapak" katanya. Memang Inge tetap tak mau panggil aku dgn sebutan lain, ia pilih dgn "pak" karena takut salah ngomong kalau dikantor nanti. "Kalau makan sate kambing apakah Inge suka?" tanyaku. "Mau pak, malah sebenarnya Inge sudah lama tak pernah makan itu karena pacar Inge tak suka daging kambing" katanya. Akhirnya kita rumah makan sate kambing. Saat turun dari mobil dan masuk kerumah makan sekarang ganti Inge yg selalu merangkul pingganku. Inge duduk disebelah kananku. memang kuatur demikan supaya tangan kananku bisa dekat dgn paha kirinya yg terbuka sampai keatas utk ku-raba2. Memang kali ini Inge berbeda dgn waktu nonton film, kali ini Inge tampak ceria dan manja.

Saat duduk makan Inge duduknya merapatkan tubuhnya ketubuhku serta tangannya memegang pahaku. Tanganku sebelum beraksi dipahanya kupakai utk meng-usap2 punggungnya yg terbuka. Untuk saat itu rumah makan masih sepi pengunjung,jadi aku agak bebas berkarya. Setelah puas meraba punggungnya tanganku kususupkan kedalam roknya kedaerah pinggang dan turun disana tanganku meraba CD nya. Kemudian tanganku bergerak keatas dan menyusup kebawah ketiaknya dan menuju kesamping depan sehingga ujung jari3ku dpt menyentuh samping payu daranya yg benar2 masih kenyal. Pekerjaaan tanganku berhenti saat pelayan membawa makanan kemeja kita. Saat makan tanganku kadang mulai meraba pahanya kiri yg terbuka itu. Inge betul2 penuh pengertian saat2 tangan kananku sibuk meraba pahanya, ia yg menyuapkan nasi kemulutku hingga tanganku diberi keleluasaan utk bermain dipahanya dan sampai vaginanyapun ku-raba2 dgn penuh kemesraan. Kadang2 tangan kananku kupakai utk menyendok makanan lagi, tapi lebih sering kupakai utk berkarya dipaha dan lubang vaginanya sedang Inge yg terus dgn kasih sayangnya menyuapi aku dgn makanan sampai suatu saat Inge mendesah dan memegang tanganku yg berkarya erat2 searya berkata:"Pak, karya tangan bapak benar2 hebat bisa membuat Inge basah". Lalu kuraba vaginanya ternyata CD nya juga sdh basah apalagi lubang vaginanya, ujung jari2 ku kumasukkan kelubangnya utk bisa mengkait lendir yg menempel dibibir vaginanya ternyata usahaku itu berhasil juga.

Kulihat ada lendir kental mirip cendol menempel diujung telunjukku, segera kujilati lendir itu dan kutelan bersama makanan yg disuapkan oleh Inge. Aku betul2 merasa "hot" makan daging kambing dicampur lendirnya Inge, aku rebahkan kepalaku kekepalanya Inge sambil berbisik:"Inge sayang, saya menyayangimu". Inge menjawab:"Pak, sebentar lagi Inge menjadi kepunyaan bapak seluruhnya, Inge akan memberikan segalanya yg terbaik utk bapak nanti. Percayalah" sambil mencium pipiku. Selesai makan, kita langsung menuju hotel CB dikota atas yg banyak pemandangannya walaupun itu hotel kuno.

Kita langsung check in, Inge tetap manjanya jalan merangkul pinggangku dgn badannya disandarkan ketubuhku. Pintu kamar segera kukunci setelah pelayan menyiapkan air minum, sabun dan handuk. Inge ganti kupeluk dan iapun merangkul leherku erat2 hingga permainan ciuman mulu, bibir dan lidah berlangsung dgn hangatnya dan penuh kemesraan, Karena saat aku menciumnya, kukecup dalam2 bibirnya dgn penuh perasaan hingga Inge bukan merasakan kenikmatan saja tetapi juga merasakan kasih sayangku. Setelah berciuman dgn mesranya untuk beberapa saat, maka tanganku kupakai utk meraba punggungnya yg terbuka, kurasakan tubuhnya Inge cukup hangat lalu kupegang rok bagian kedua pundaknya dan kutarik kedepan, Inge pun membantu dgn meluruskan tangannya kedepan sehingga roknya bagian atas langsung lepas dan payu daranya yg masih kenyal dan hangat kalau diraba itu terlihat dgn jelas didepan mataku ditambah putingnya yg kelihatan mulai membesar dan tegang dgn warna merah padma membuat aku terpesona.

Walaupun aku sudah sering menelanjangi dan meniduri pacarku dihotel, tetapi bentuk tubuhnya yg berbeda itu mempunyai daya rangsang yg tersendiri. Hanya karena kebiasaan yg sudah sering lihat pacarku dlm keadaan telanjang bulat itu yang bisa membuat aku mengendalikan emosi dan gelora nafsu mudaku. Roknya terus kutarik kebawah hingga terlepas semua kemudian kuambil dan kutaruh diatas meja dan Inge kuangkat utk kutidurkan diranjang dgn masih memakai CD saja. Tapi CD nya pun kulorot utk dilepas dan vaginanya yg spt bukit kecil itu tertutup oleh rambut yg cukup lebat.

Aku kemudian melepas T shirtku dan celana panjang serta CD ku sambil memandangi tubuhnya Inge yg telentang diranjang dgn pose yg menggiurkan ditambah lidahnya yg sering membasahi bibirnya itu. Aku dekati Inge kemudian kuciumi seluruh wajahnya dgn tangan menjelajahi seluruh daerah dadanya termasuk lembah dan bukit maupun puncak payu daranya sampai kepusarnya dan perut bagian bawah. Setelah ciumanku berpindah kebagian dadanya terutama bukit2 payu daranya tanganku mulai beraksi disekitar vaginanya serta pahanya serta sekali2 rambut bawahnya ku-tarik2 pelan2 sambil jari tengahku menggelitik itilnya yg mulai nongol.

Lalu kuciumi terus perutnya bawah sampai jembut dan daerah sekitar vaginanya dan paha2 nya serta tanganku terus mengusap dan memijit betis serta telapak kakinya. Ciumanku terus kelututnya , kemudian kebetis, tumit kaki lalu telapak kakinya sampai jari2 kakinyapun ku-hisap satu persatu semua baru aku balik naik mengisap dareha selakangnya Inge dgn membuka lebar2 pahanya lalu daerah antara anus dan vagina itu kucium dan kukecup serta kujilati sehingga Inge mendesah kenikmatan dan terasa ada cairan lendir yg nyemprot keluar dr lubang vaginanya. Setelah kulihat benar terlihat dr lubangnya vagina mengalir keluar cairan lendir dgn bau khusus. Langsung kucucup lubangnya dan kusedot kuat2 hingga sruuuuttt... lendirnya masuk kedalam mulutku dan kugelitik terus selangkangannya spy cairan nya keluar lagi lebih banyak dan kusedot terus dan ternyata benar Inge masih mengeluarkan lendirnya yg masuk kemulutku. Rasanya asin2, asem dgn bau khas seperti juga milik pacarku, aku memang jadi semangat dgn minum lendirnya. Langsung saja Inge kuajak main dgn pose 69, aku segera naik keatas tubuhnya dan kontolku kupaskan dihadapan mulut Inge spy mudah ia utk mempermainkan kontolku dgn lidah dan mulutnya sedang aku sendiri segera menyingkap jembutnya yg rimbun itu utk menjilati itilnya lalu ku-gigit2 dan ku-tarik2 juga itilnya dgn bibirku. Inge tampak terangsang sekali dgn permainan mulutku di darah vaginanya, apalagi pahanya sekarang kubuka lebar2 dan selangkangannya antara anus dan vaginanya kugosok terus dgn jari2-ku dan kadang2 kujilati. Begitu itilnya kugetarkan dgn ujung lidahku yg bergerak begitu cepat (spt lidah cecak katanya pacarku) hanya semenit saja Inge sudah berontak dgn kakinya dan pantatnya digerakan kesana kemari kemudian mengaduh:"Aduuuu...pak, Inge nggak tahan....sudah keluar dan lemas pak".

Saat itu terasa lendirnya nyemprot dan mengenai hidungku, segera kucucup lagi lubang vaginanya utk kusedot semua lendirnya yg sudah keluar dilubang vaginanya. Aku merasakan kenikmatan juga dari semprotan lendirnya itu dan vaginanya jadi basah semua. Aku sekarang membelai rambutnya dan mengusap keringat yg banyak dikeningnya serta bertanya:"Inge sayang, apakah Inge sdh capai?". "Belum pak, Inge cuma lemas saja karena tak kuat menahan kenikmatan yg luar biasa dari permainan lidah bapak tadi, rasanya sampai ujung rambut dan ujung kaki pak" sahutnya. "Kalau begitu kita main lagi ya?" kataku.

Inge mengganggukan kepala. Lalu aku naik lagi ketubuhnya dan kumasukkan kontolku pelan2 kelubang vaginanya, kemudian kutarik keluar lagi pelan2 setelah masuk keluar ini lancar ber-ulang2 lalu kontolku langsungkubenamkan seluruhnya kedlm vaginanya, sampai Inge menghela napas panjang menahan sakit dan nikmatnya karena katanya masunya terlalu dalam. Setelah itu kugerakan pantatku memutar searah jarum jam sehingga Inge menjerit kenikmatan terus karena itilnya tergesek oleh jembutku dan dindidng dlm vaginya tergesek oleh batang kontolku yang mengeras sehingga ia berbisik:"Aduuuh pak, nikmat rasanya luar biasa.

Aku mau orgasme pak". Mendengar itu aku langsung menciumi payu daranya yg sebelah kiri, karena Inge bilang lebih sensitive dr pd yg kanan dan puting nya langsung kugetarkan lagi dgn ujung lidahku. Tanpa basa basi lagi hanya beberapa detik terasa vaginanya mencengkeram kontolku dan ber-denyut2 serta ada lendir hangat yg menyiram kontolku. Inge sudah klimaks, ia tampak terkulai lemas. "Capai Inge, sayang?" tanyaku. "Iya...pak" sahutnya lirih manja. "Tolong Inge diberi air maninya pak" pintanya. "Sekarang ?"tanyaku. "Iya pak" . "Tahan sebentar lagi iya, nanti aku semprotkan". Lalu aku mengkonsentrasikan segenap pikiranku pada segala keindahan tubuh Inge yg sedang kunaiki ini dan tingkah polahnya yg merangsang sambil memandang bibirnya yg erah basah merangsang kugenjot terus gerakan kontolku naik turun dan makin lama makin cepat sampai Inge menggeliat, menggelinjang tak keruan sambil menarik lepas sprei dan meremas-remasnya dan akhirnya...crruuuutttt...cruuuuuttttt.....crrruuuutt, maniku nyemprot kedlam vaginanya sambil kutakan terus kontolku dalam2 kevaginanya. """Sssseeetttt....aaaaacccchhhh, Inge merasakan kehangatan yg luar biasa dari air maninya bapak" Dan Inge pun orgasme lagi karena kontolku merasakan vaginanya ber-denyut2 lagi.

Setelah beberapa menit kita istirahat dgn tidur bertindihan sambil berpelukan, kita bangun tidak terasa jam telah menunjukkan pk 9.30. Karena sdh agak malam Inge cepat2 bangun dan mengambil handuk yg dibasahi lalu memebrsihkan kontolku dan kemudian vaginanya.Kita tak cuci karena makan waktu lama. Segera Inge memakai ronya lagi demikian aku juga. Sedang CD nya dilipat dan dimasukkan do,pet karena masih basah kena lendir saat kugosok itilnya dirumah makan tadi.Dalam perjalanan pulang Inge sempat tanya:"Bapak jadi kawin kapan?" "Iya masih 2-3 th lagi tunggu pacarku selesai kuliah"sahutku. "Kenapa?" tanyaku.

Inge merebahkan kepalanya kebahuku sambil berkata:"Inge tak akan kawin dulu kok tunggu kalau mungkin ada mujijat". "Maksud Inge ?" tanyaku. "Siapa tahu suatu saat Inge dpt kabar gembira dari bapak. Sebab Inge malam ini benar2 meraskan kenikmatan yg hebat dari bapak dan lebih dari itu Inge merasakan bapak meniduri Inge dengan penuh kasih dan kemesraan yg layaknya suami istri yg dipenuhi rasa cinta. Kapan2 Inge boleh merasakan lagi ya pak?" "Kapan saja Inge kangen saya bersedia, tapi Inge harus benar2 atur waktunya jangan sampai Inge hamil yaa!"pesanku. Saat mobil sampai dirumah kost, Inge tak segera turun ia malah merangkul leherku dan ditariknya aku lalu diciuminya seleuruh wajahku dgn penuh perasaan hatinya dan terlihat matanya memerah dan ber-kaca2. Aku jadi trenyuh dibuatnya, kubelai rambutnya dan kuusap matanya yg berair lalu kubisiki:"Inge jangan sedih kan tiap hari kita masih bertemu.

Inge malam ini capai nanti langsung istirahat ya, jangan melamun macam2 ya sayang?" pesanku sambil kubelai sayang dari rambutnya pipinya terus payu daranya sampai pahanya yg terbuka itu, baru Inge mau turun dgn senyum kecil. Esok harinya dikantor pagi2 saat aku panggil Inge utk memberikan tugas, ia masuk kekamarku dgn senyum2 manja, setelah kujelaskan tugas2 yg hrs dikerjakan kutanya kenapa kok senyum2. Inge menjawab sambil mendekat kesisiku :"Pak, air maninya semalam baru keluar tadi saat Inge duduk dikantor sekarang CD nya Inge jadi basah". Karena Inge sudah mendekat tandanya minta utk dibuktikan, maka kuraba melalui bawah roknya dan benar CD bagian vaginanya basah juga sela2 pahanya basah agak licin dan ternyata baunya memang spt maniku.

Aku bilang:"Inge kamu cuci dulu sana ya". Inge menggelengkan kepalanya dan berkata:"Biarin saja pak, Inge toch nggak punya CD lagi dikantor malah nggak enak kalau dilepas CD nya, sampai nanti sore juga tak apa2 malah nanti siang mungkin sudah kering sendiri." Lalu tangan digenggam erat2 dan memandang tajam penuh arti dan berkata:"Kapan bapak mau memberikan kemesraan dan kepuasan lagi pd Inge?. "Kapan saja terserah Inge" kataku.

Semenjak itu aku sering diajak kencan hampir tiap minggu sekali dan setelah pacarnya baik kembali hubungannya hubungan sex tetap berlangsung terus kira2 tiap bulan sekali sambil cerita2 apa2 saja yg dilakukan suaminya pdnya. Sampai sekarang sudah hampir sepuluh tahun berlalu dan aku sdh pindah kerja di bank, sedang Inge menggantikan jabatanku dan kami masing2 telah berkelarga dan punya anak, tapi hubungan intim itu masih tetap berlangsung disiang hari saat jam makan siang, hanya frekwensinya jauh berkurang kira2 3-4 bln sekali. Tapi justru karena waktu yg lama itu menyebabkan tiap kali hubungan intim itu tambah mesra saja dan bukan menjadi kebosanan.

- End -

Taglines: Cerita Panas, Cerita Dewasa, 17 Tahun

ads

freezy

0 Responses to "Inge, Rekan Kerjaku"

Post a Comment