Menggapai Kepuasan Seksual

8:29 PM

(0) Comments

SUAMI dan istri sama- sama berhak mencapai kepuasan seksual. Tingkat kekerasan ereksi sebagai penentu. Terdapat perbedaan antara kenikmatan dan kepuasan seksual.

Jika kenikmatan seksual bisa saja diperoleh seseorang tanpa berhubungan intim. Sementara, kepuasan seksual merupakan buah dari berhubungan intim. Pria bisa saja memperoleh kenikmatan seksual dengan melakukan masturbasi hingga mencapai orgasme.

Atau, perempuan yang bisa mendapatkan kenikmatan hanya dengan membayangkan sesuatu yang indah atau menstimulasi genital dengan jari. Namun, kenikmatan orgasme yang dicapai tanpa berhubungan intim (sexual intercourse) tadi belum tentu membuahkan rasa puas bagi individu yang bersangkutan.

“Ini berbeda dengan hubungan intim. Selain kenikmatan (pleasure) dan kepuasan (satisfy),juga pengalaman erotis- psikologis yang terkait aspek lain seperti kualitas hidup dan relationship dengan pasangan,” kata psikolog dari Sinergi Daya Insani, Dra Zoya D.Jusung MPsi,dalam diskusi tentang tingkat kekerasan ereksi pria di Jakarta,baru-baru ini. Banyak pasangan suamiistri yang berhubungan intim, tapi tidak menikmati, hingga kepuasan seks pun tak diraihnya.

Salah satu penyebab adalah ereksi atau tingkat kekerasan penis yang tidak sempurna. Padahal, ereksi sempurna membuat hubungan intim lebih percaya diri dan memuaskan. Berdasarkan Global Better Sex Survey (GBSS) yang dilakukan Pfizer tahun 2006, terungkap bahwa untuk mendapatkan pengalaman seksual yang memuaskan, dibutuhkan tingkat kekerasan ereksi yang optimal.

Survei yang melibatkan 12.558 pria dan wanita di 27 negara itu juga menyimpulkan bahwa tingkat kekerasan ereksi sama pentingnya dengan kemampuan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi itu sendiri. Ketika seorang pria mengalami rangsangan seksual,organ vital otomatis membesar karena ada aliran darah yang masuk.Pada tahap itu belum dikatakan ereksi.

“Liang vagina itu kan kecil sehingga untuk bisa penetrasi tekanan harus cukup kuat. Ereksi juga jangan hanya saat di luar.Ketika sudah penetrasi, penis harus tetap keras supaya bisa merangsang bagian dalam vagina atau menemukan G-spot,” kata dr Herdiman Bernard Purba SpRM dari RS Medistra Jakarta.

Mengenai durasi ereksi, patokan rata-rata adalah dua menit terhitung sejak penetrasi. “Sejatinya tidak ada patokan baku tentang durasi ini, tergantung masing-masing pasangan,” kata dokter yang humoris itu. Tujuan dari hubungan intim adalah menggapai kepuasan bersama.Penting diketahui bahwa wanita lebih lambat “panas”, juga lambat “dingin”.

Kebalikannya dengan pria yang cepat “naik”, tapi juga lekas “turun”. Apabila hal tersebut terjadi, Bernard menyarankan pria untuk bertoleransi. Itulah sebabnya, foreplay pen ting dilakukan supaya kedua belah pihak sama-sama siap untuk melakukan intercourse.

“Ketika wanita terangsang, ada gejala yang mudah dideteksi.Misalnya payudara dan puting mengeras,lalu terjadi pelendiran vagina dan membuka jalan lebih besar. Secara visual, warna vagina juga berubah merah kebiruan,” kata Bernard.

Aspek komunikasi dan keterbukaan, jelas Zoya, penting dibina pasangan suamiistri. Jangan ragu mengemukakan ide bercinta, dan jangan pula berpura-pura puas.

Deteksi Sendiri

DI Indonesia, terdapat sekitar 10%- 15% pria sudah menikah yang mengalami disfungsi ereksi (DE), dan10%-20% mengalamiejakulasi dini. Penderitanya terutama adalah kalangan eksekutif berusia 26- 60 tahun.

Penyebabnya antara lain tekanan pekerjaan dan perubahan gaya hidup. Jika kondisi ini dibiarkan, akan berdampak secara psikologis seperti stres, kinerja menurun, dan rasa tidak puas pasangan dalam hubungan biologis. Terkait kekerasan ereksi, pria bisa mendeteksi sendiri seberapa tingkat kekerasan ereksi yang berhasil dicapainya.

Untuk memudahkan, gunakan metode Erection Hardnessscore (EHS) yang terdiri dari empat skala pengukuran sederhana (derajat 1-4). Pada EHS 1, kondisi penis diibaratkan seperti tapai, penis membesar namun tidak keras.

EHS 2 layaknya pisang, mengeras tapi tidak cukup keras untuk melakukan penetrasi. EHS 3 mirip sosis, penis cukup keras untuk penetrasi tapi tidak seluruhnya keras. Kondisi optimal alias ereksi sempurna dicapai pada EHS4, yaitu penis keras seluruhnya dan tegang sepenuhnya. Untuk memudahkan, bisadiilustrasikan sebagai ketimun.

- End -

Taglines: Cerita Panas, Cerita Dewasa, Cerita Seru, Cerita Hot, 17 Tahun

ads

freezy

0 Responses to "Menggapai Kepuasan Seksual"

Post a Comment