My First Love

10:25 AM

(0) Comments

Aku seorang pria dengan tinggi 174 cm dengan berat 65kg.

Cerita berikut adalah benar-benar nyata aku alami dan tidak mengada-ada.

Aku adalah seorang mahasiswa disalah satu universitas negri yang ada di kotaku sekarang. Cerita ini terjadi 2 tahun yang lalu ketika aku masih berada di bangku SMA.

Oia jangan berhenti membacanya sebelum selesai yah...

Alverina itulah nama kekasihku,ia 2 tahun lebih muda dariku. rambut yang hitam panjang, body yang sintal, kulitnya begitu putih dan mulus, dan ukuran bra 34(waktu itu setahu saya) selalu membuatku kagum padanya. Ia memang cantik, ia adalah seorang model. Di atas panggung ia begitu menjaga imagenya, namun dihadapanku dia tidak bisa menyembunyikan dirinya dia selalu tampil apaadanya.



Ia adalah wanita pertama yang membuat aku jatuh cinta, ia adalah cinta pertamaku, ia adalah wanita yang pertama kali membuat aku merasakan kenikmatan surga dunia.

Kami adalah sepasang anak muda yang sementara mabok cinta waktu itu.

Pertama kali aku memeluk dan menciumnya ketika kami berada bersama di taksi untuk pertama kalinya. Ketika aku hendak mengantarkannya pulang, aku tak kuasa membendung rasa yang ingin membuat aku mendekapnya dalam pelukanku, ku letakkan tangan kiriku di bahunya sembari memeluknya,dan kuarahkan bibirku keatas kepalanya dan menyentuh rambutnya yang begitu harum. Ia pun hanya terdiam dan tersenyum, rupanya ini pertama kalinya ia dicium dan di peluk oleh pria meski hanya pelukan biasa. Saya berani memastikannya karena saya sangat mengenalnya. Ia pun membalasnya dengan mengecup pipiku sembari mengucapkan: "trimakasih yah yank.. hati-hati yah...

Inilah pertama kalinya aku dicium wanita yang kusayangi, terasa berjuta rasanya.

Ternyata ciuman ini telah membawanya kepada rasa pensaran untuk melumat bibirku.

Ketika kami bersama-sama mengikuti suatu karantina pada acara sekolah kami, ia hanya bersebelahan dengan kamarku, walaupun kami bersebelahan aku tidak berani untuk macam-macam karena begitu banyak penjaga.

Hari ke 3 kami dikarantina, hari itu terasa begitu panas dan menegangkan karena banyak ujian yang harus dilalui disaat rina harus mengikuti ujian pada siang jam 1, ia malah tidak terlihat diruang ujian, kata teman2nya ia semntara beristirahat karena tidak enak badan katanya. Akupun langsung menuju kamarnya, setelah aku sampai, aku lihat ia sedang berbaring di atas kasurnya dan menatapku dengan senyum, sepertinya dia sangat mengharapkan kedatanganku, aku memberikan ia minum dan ke telinganya kubisikan' "sayang, cepat sembuh yah..i love u", ia hanya tersenyum dan tiba-tiba menatapku dan menyuruh aku mendekat kearah wajahnya. Tiba-tiba, dia melumat bibirku, dan setelah itu ia mengucapkan terimakasih. Aku terkejut, namun rasanya aku belum puas melumat bibirnya, aku kembali menyentuh bibir merahnya dengan bibirku air liur kami saling bercampur, namun seketika aku menghentikannya karena terdengar ada suara orang yang menuju kamarnya. Segera di suruh aku keluar, aku pun keluar dengan kontolku yang begitu terlihat walau memakai celana, karena penisku sudah sangat menegang. Penasaran rasanya karena tak sempat bercumbu dengan Rina cintaku.

Hubungan kami berlanjut terus hingga aku dan dia genap 1 tahun. Ketika 1 anniversary kita, aku mengajaknya candle light dinner dirumahku. Kebetulan lagi kosong, karena ortuku lagi tidak di rumah. Kuperhatikan sekujur tubuhnya yang berbalut busana yang begitu ketat dan seksi,membuat birahiku naik sampai ke ubun2. rok yang super mini yang ia kenakan membuat pahanya yang begitu putih terlihat dengan jelas. Tak kuasa aku menahannya, aku mendektikanya dan memeluknya dan mengatakan bahwa aku sangat mencintainya, dia menjawab bahwa dia juga mencintaiku. Setelah itu aku menurunkan tanganku dari pinggulnya ke pahanya, perlahan-lahan wajah kami semakin mendekat dan kami saling berciuman, dan tanganku masih menikmati pahanya yang begitu halus dan pantatnya yang begitu montok, lidah kami saling memijat dan aku menggunakan variasi yang aku tau dlm berciuman. Tanganku mulai nakal untuk meraih dadanya, begitu tanganku meraih dada seksinya yang agak keras mungkin krn mulai terangsang ia tiba-tiba terkejut, dan berkata: "yank jangan disini yah..." aku tau dia tidak mau melakukannya dirumahku karena takut ortuku keburu datang. Akhirnya aku membawanya dengan mobilku ke suatu daerah reklamasi didaerah pantai.

Setelah sampai aku segera memarkirkan mobilku dan tanpa basa-basi aku langsung merebahkan kursinya kebelakang dan melumat bibirnya, setelah bosan aku melumat bibirnya aku mulai mengarahkan bibirku ke lehernya, ku cupang lehernya dengan nakal dan dia berteriak aaaahhh... eeuuh... sepertinnya dia merasa agak geli. Lipatan dadanya sudah terlihat jelas daritadi membuat aku tak kuasa untuk menjelajahi dadanya yang empuk dan montok. Sementara bibirku terus melumat lehernya yang sudah sangat merah karena cupanganku, tanganku mulai meremas-remas payudaranya yang kanan.

Mulutku begitu liar untuk rasanya masuk kedalam branya. Dengan nakal aku menarik pengait branya dan seketika itupun terlepas, ku tatap payudaranya yang begitu indah, putingnya masih berwarna merah muda dan begitu lentur ketika aku menyentuhnya. Segera ku tancapkan mulutku ke dada kirinya dan tangankananku ke dada kanannya untuk meremas-remas yang kanan. Ku jilati payudaranya bergantian dari kiri kekanan dari kanan kekiri, setiap kali aku menghisap dan menjilati putingnya yang pink itu ia selalu berteriak, "oooooouuuuhh..... ooouuhhh...." sepertinya rina kehilangan kata-kata karena sangkin enaknya, padahal aku baru pertama kalinya melakukan hal seperti ini, tapi aku sudah sering melihatnya di tv dan komputer.

Sementara itu tangan kananku membuka pahanya yang bugitu halus, sepertinya dia sudah orgasme, karena cd ketat berwarna hijau yang ia gunakan sudah agak basah, kupegang pinggulnya untuk melepaskan roknya dan celana dalamnya agar aku lebih leluasa untuk mengoral vaginanya, pertama ia menolak.
"sayang, aku masi perawan, aku belum pernah memberikannya kepada pria manapun" begitu katanya.
Aku hanya menjawab dengan berbisik ditelinganya, "i realy love u honey" dan tanganku kembali ke posisi yang tadi.
Kali ini tanpa menolak ia mengangkat pinggulnya dan mengijinkan aku melepaskan rok mininya serta cdnya. Waw! Ternyata benar ia ini masih virgin, memeknya berwarna merah muda di penuhi rambut-rambut halus. Tanpa babibu lagi langsung kutancap bibir bawahnya ini, walau terasa agak aneh, tapi nikmat! Kugigit klitorisnya sampai ia mengerang erang ke enakanooooouuuch... auuchh... uuuuhhh... hon hon honey sudah.. sudah... cukup. Aku pun menghentikannya karena ia memelas kepadaku.

Tiba-tiba dengan tubuhnya yang masih telanjang ia membalikkan aku di kursi pengemudi, agak sempit karena terhalang setir.
Katanya: "awas kau yah! Sekarang giliranku! Segera setelah itu ia membuka semua kancing kemeja hitamku dan mencumbu dadaku yang bidang. Dia tau rupanya aku juga senang di hisap diputtingku, ia melakukannya dan terasa begitu nikamat, tak lama setelah itu ia melepaskan celana jeans yang ku kenakan, telihat jelas penisku yang mulai menegang, ia terkejut melihatnya, tangannya memegang perut bagian bawahku sambil memijit-mijit dan bibirnya menciumi daerah diatas penisku, membuat aku meronta-ronta ingin lebih lagi! Aku bilang ke rina, "yank, hisap punya yu yah yang..." dia pun langsung melorotkan boxerku ia terkejut melihat kontolku, katanya "ko, punyamu koq bisa besar begini? Aku tak pernah menyangka.." dan tak lama ia memegang kontolku dan memasukan kedalam mulutnya. Aku meronta ronta keenakan, mobil ku bergoyang-goyang karena aku yang meronta-ronta, penisku rasanya mulai panas, aku sepertinya mau keluar yank.. begitu kataku. Segera ia mengambil posisi diatasku, tangannya memeganga bahuku, ia memasukkan penisku kedalam vaginanya, walupun agak susah pertamanya, karena memeknya sangat kencang dan kontolku yang besar, namun berhasillah, aku ingin mengganti posisiku agar di atas namun dia menahanku, sepertinya ia mau ia yang pegangang kendali.(gile juga cw gw)langsung ia memompaku dengan cepat dan tanganku ditarik dan diletakkan di dada kanannya, dia terrus memompaku dengan irama yang lebih keras, aku tidak sanggup menahannya dan tiba-tiba ssst.. ssstt... sssstt... ssst... kurasakan spermaku tumpah dalam memeknya... inilah pertamakalinya aku merasakan ml.

Dan aku lah orang pertama yang memecahkan keperawanan rina, namun ia pula yang merenggut keperjakaanku. Setelah itu kami segera beres-beres, ia membersihkan penisku dengan mulutnya dan dilapnya dengan tisu. aku mengantarkanya pulang. Kemudian kami juga sering melakukannya apalagi kalau ada kesempatan. Mobilku banyak kali dijadikan tempat kami beradu cinta dan nafsu.

Setelah setahun hubunganku dengan dia agak renggang, karena ada orang ketiga diantara kita. Akirnya aku memutuskanya, dan ia pergi dengan cowo lain. Walau begitu, di tanganku perawanya ku dapatkan, setahun kemudian ia ternyata sudah putus dengan cowo itu, akhir ini ia kembali mencariku namun sudahlah aku sudah terlanjur sakit hati dibuatnya. Namun walau bagaimanapun ia adalah cinta pertamaku.

- End -

Taglines: Cerita Panas, First Love, Darah Perawan

ads

freezy

0 Responses to "My First Love"

Post a Comment