Obat DE Bukan Obat Perangsang

8:59 PM

(0) Comments

Belakangan, ragam obat disfungsi ereksi (DE) semakin bervariasi. Ada tiga bahan obat yang tersedia untuk mengatasi DE. Obat pertama yang muncul adalah sildenafil. Berikutnya, vardenafil yang kemudian disusul oleh tadalafil. Apakah ketiganya tergolong obat kuat? Atau, malah termasuk obat perangsang?

AWALNYA, sildenafil diciptakan hanya untuk melebarkan pembuluh darah untuk membantu pasien tertentu. Namun, dalam perkembangannya, obat ini diberikan pada penderita DE. Prinsipnya, melebarkan pembuluh darah penis sehingga aliran darah ke penis bisa lancar.

Lemah. Sayangnya, sildenafil dianggap punya banyak kelemahan. Di antaranya, efeknya yang hanya sekitar satu jam setelah diminum. Selain itu, pasien juga tak bebas makan sebelum melakukan senggama. “Pasalnya, makanan bisa mengurangi penyerapan tubuh terhadap obat tersebut,” ungkap dr Nur Rasyid SpU. Ditambahkannya, khususnya makanan berkadar lemak tinggi.

Akhirnya, munculah vardenafil. Obat ini memiliki efek yang lebih panjang daripada sildenafil. Yakni, 4-5 jam. Vardenafil mulai bekerja 15-20 menit sejak diminum. Bedanya dengan ’kakaknya,’ pasien yang minum vardenafil tak perlu menghindari makan sebelum melakukan senggama.

Rupanya, vardenafil masih dianggap memiliki kelemahan sehingga mengundang penasaran para ahli obat disfungsi ereksi. Nah, munculah tadalafil yang punya durasi lebih panjang. "Yakni, 36 jam," ungkap pakar urologi dari RSUPN dr Cipto Mangunkusumo Jakarta ini singkat. Seperti vardenafil, pasien juga boleh makan seperti biasa saat mengonsumsi tadalafil.

Bukan perangsang. Namun, jangan salah sangka dengan obat-obat ini. Jangan pernah mengira bahwa obat ini adalah obat kuat atau obat perangsang. “Baik sildenafil, vardenafil, maupun tadalafil adalah golongan penghambat enzim phosphodiesterase 5 atau yang biasa disebut PDE-5,” jelas Nur.

PDE-5 adalah enzim yang ada dalam jaringan ereksi penis. Keberadaan enzim ini akan merusak proses ereksi. Jika bahan ini dihambat, maka ereksi penis bisa dipertahankan pada saat diberikannya rangsangan seksual.

“Jadi, tidak benar bila obat ini digolongkan obat kuat ataupun obat perangsang,” ujar Prof Dr dr Wiempi Pangkahila SpAnd. Sebab, ketiganya tidak bekerja dengan merangsang saraf pusat atau menambah energi.

“Tapi, agar seorang pria bisa ereksi setelah minum golongan inhibitor PDE-5 ini, harus ada rangsangan yang cocok dulu,” papar guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar ini.

Tak berjam-jam. Durasi obat-obat semacam ini acapkali mengundang kesalahpahaman. Bahkan, tak jarang orang mengira, dengan minum sildenafil, berarti penis bisa ereksi selama satu jam. Kalau minum vardenafil, penis bisa ereksi selama 4-5 jam. Berarti, kalau minum tadalafil, penis bisa ereksi hingga 36 jam. Apa benar seperti itu?

Tentu saja tak demikian. “Satu jam, 4 jam, dan 36 jam adalah jangka waktu di mana manfaat obat tersebut masih bisa dirasakan oleh pasien,” kata Nur. Bukan, berarti penis akan ereksi berjam-jam seperti itu.

Jadi, setelah senggama selesai, kondisi pasien akan pulih seperti pria normal lainnya. Tetapi, dalam durasi waktu yang tersedia itu, pasien masih bisa bersenggama lagi. “Lagi-lagi, jika ada stimulus yang tepat,” tegasnya.

ads

freezy

0 Responses to "Obat DE Bukan Obat Perangsang"

Post a Comment