Pria Madya Tetap Prima

9:18 PM

(0) Comments

Pria Madya Tetap PrimaBila Perlu, Jalani Androgen Replacement Therapy

Pak Lanang baru tiga tahun jadi pimpinan di perusahaannya. Tapi, belakangan Pak Lanang merasa tubuhnya mudah lelah. Padahal, beragam cara sudah dicobanya untuk menjaga kebugaran. Termasuk, mengatur makanan dan olahraga teratur. Tapi nyatanya usahanya itu tak memberi hasil optimal. Ada apa dengan Pak Lanang?

ANDROPAUSE. Kalau pada wanita terjadi menopause, pada pria juga terjadi kondisi serupa. Namanya, andropause. “Namun, tanda dan gejala andropause pria tak sejelas menopause perempuan. Rentang waktunya sekitar usia 40-50an,” ungkap Prof Dr dr Doddy M. Soebadi SpB SpU.

Pada perempuan menopause, gejala yang pasti adalah berhentinya menstruasi. “Sedangkan pada pria, produksi sperma berikut hormon pria hanya berkurang. Tak berhenti sama sekali,” jelas spesialis urologi dari RSU dr Soetomo ini.

Andropause juga memiliki nama lain. Yakni, PADAM (Partially Androgen Deficiency in Aging Male, kekurangan sebagian androgen pada pria berumur) dan ADAM (Androgen Deficiency in Aging Male, kekurangan androgen pada pria berumur).

Gangguan yang dialami pria pada usia tersebut meliputi kelainan urologi, hormonal, kelainan sistemik lain dan gangguan keadaan psikologis penderita. “Gangguan itu bisa muncul sendiri-sendiri tapi, bisa juga saling berkaitan,” kata Doddy.

Tanda yang muncul di antaranya, terjadi penumpukan lemak di perut, massa otot berkurang, penurunan daya ingat dan berisiko mengalami kerapuhan tulang alias osteoporosis.

“Inilah yang perlu diketahui. Selama ini, banyak yang menganggap osteoporosis hanya menyerang wanita,” tegasnya. Padahal, lanjut ia, kejadian osteoporosis pria mencapai 25 persen. “Risiko patah tulangnya juga lebih besar pada pria. Ini mungkin terkait dengan aktivitas pria yang lebih berat,” ungkapnya.

Sepuluh pertanyaan. Masih menurut Prof Doddy, ada sepuluh pertanyaan untuk pria usia pertengahan yang bisa menunjukkan seseorang sudah mengalami kekurangan androgen atau belum. “Namanya aging male scoring system. Bila tujuh dari sepuluh pertanyaan itu dijawab ya, berarti memang telah terjadi penurunan kadar testosteron (hormon pria),” paparnya.

Berikut 10 pertanyaan tersebut.

1. Apakah Anda merasa kekuatan fisik dan daya tahan tubuh berkurang? Atau, Anda merasa kekurangan energi?

2. Apakah Anda mulai sering lupa?

3. Apakah libido atau sex drive berkurang?

4. Apakah terjadi penurunan tinggi badan atau tidak?

5. Apakah kenikmatan hidup berkurang atau tidak?

6. Adakah timbul rasa hampa atau sedih atau depresi?

7. Apakah ereksi berkurang?

8. Apakah Anda setelah makan malam lantas tertidur?

9. Apakah ada penurunan kemampuan dalam berolahraga?

10. Apakah ada kemunduran performance pekerjaan?

Selain pertanyaan itu, tentu saja diperlukan pemeriksaan fisik dan laboratorium sebagai penunjang diagnostik. “Untuk pemeriksaan darah, bisa diperiksa kadar testosteron bebas (free testosteron, Red.),” katanya.

ART. Kalau ternyata kadar androgen atau testosteron kurang, mungkin pria tersebut memerlukan Androgen Replacement Therapy (terapi sulih androgen).

“Kalau pada sebagian perempuan menopause, diberikan hormon replacement therapy menggunakan estrogen,” ingatnya. Hanya, lanjut Doddy, ART ini masih terus diteliti efek jangka panjangnya, yakni sekitar 6-10 tahun. Dengan pemberian ART, diharapkan terjadi pengurangan lemak, terjadi penambahan massa otot, perbaikan daya ingat, juga mencegah osteoporosis.

ads

freezy

0 Responses to "Pria Madya Tetap Prima"

Post a Comment