Wild

8:51 PM

(0) Comments

Aku adalah seorang kepala cabang di sebuah bank di jakarta dan berkantordi sebuat ruko berlantai III di Jalan Daan Mogot, Jakarta, ruang kerja Aku terletakdi lantai paling atas yaitu Lantai III dan di depan ruang kerja aku adalah ruangancukup luas yang berisi 5 buah meja kerja bagi 5 orang staf marketing aku, antaralantai II dan III ada sebuah pintu yang tidak dapat di buka dari luar mengingatpentingnya arsip-arsip di ruangan Marketing, ruangan kerja aku sendiri terbuat darikaca dan diberi horisontal blind sehingga aku dengan leluasa melihat ruanganmarketing namun tidak sebaliknya.

Aku selama ini mempunyai hubungan kerja yang sangat akrab dengan staffmarketing mengingat betapa seringya kami semua melakukan kerja lembur bilasedang sangat sibuk, sehingga tidak heran marketing staff aku hanya memanggilnama aku tanpa sebutan formal.5 orang staff aku tersebut terdiri dari Anton yang berasal dari Indonesia bagiantimur, Tonny dari keturunan cina, Vera dari bandung dengan kulit kuning langsatdan mulus, Lisa dari keturunan Cina berkulit putih mulus, dan Mayang yangketurunannya campur aduk antara cina, ceko, sunda dan jawa sehinggamempunyai postur yang tinggi dan sedap dipandang.

Pada suatu siang aku sehabis aku survey maka aku makan siang dengan si Antondi food court mall taman anggrek, kebetulan saat itu sangat ramai sehingga agaksusah juga mendapat tempat duduk namun akhirnya dapat juga dan kebetulanmeja didepan aku di isi oleh tiga orang cewek yang cantik-cantik, mereka rata ratamenggunakan rok mini dengan kaos ketat yang menonjolkan payudaranya, akuberdua udah langsung cari posisi yang menguntungkan sehingga berharap dapatpemandangan indah., kebetulan cewek yang paling putih dan canting bergerakmenyilangkan paha kanannya ke paha kirinya, sehingga semakin menampakkanpahanya yang sangan muluuuuuus karena roknya sangat mini dan nggak pakestocking, aku segera menyikut Anton yang langsung radarnya menangkappemandangan tersebut dan nggak berapa lama cewek tersebut bergerakmenurunkan kakinya sehingga pahanya agak mengangkang, aku bisa melihatsecara samar-samar cdnya bikin aku mulai napsu.Ton bisik aku, cewek itu bikin napsu aja aku bilang, he.eh jawabnya, namun takberapa lama pemandangan tersebut berakhir karena mereka pergi setelah selesaimakan, aku bilang ke Anton, tuh cewek wajah dan bodynya mirip Mayangsama-sama bikin napsu.

Jawaban Anton Cukup mengagetkan, emang loe mau samaMayang ?, mau sih kalau dianya mau affair ama aku, bales aku, Anton kemudianmenjawab loe coba deketin saja sebab aku pernah affair sama dia tapi barusebatas oral doang, aku bilang bohong loe ?, Anton kemudian menjawab nggak..nggak bohong sebab pada saat dia oralin aku, kebetulan kejadiannya di ruanganeloe (buset, kurang ajar kali nih anak buah) dan kebetulan saat itu aku sedangmainin handycam di ruangan eloe (di ruangan aku memang ada handycam yangberdiri diatas tripod yang gunanya dipake untuk survey). Pada saat aku lagicoba-coba ngerekam eh si Mayang masuk dan aku lupa matiin handycam tersebutsehingga kejadian berikutnya diruangan tersebut terekam. Aku kemudian bilang akulihat boleh nggak hasil rekamannya, boleh aja dan kebetulan masih aku bawa danada di kantor katanya.

Sehabis makan siang aku kemudian ke kantor dan segera memanggil Mayang danAnton dan kemudian aku bilang mereka bahwa sesuai dengan rencana minggu lalumaka nanti kita bertiga nanti malam akan survey ke restoran X milik Bapak Hendrayang saat ini proposalnya sedang di evaluasi, kemudian aku menyelesaikanbeberapa pekerjaan kantor hingga sore kemudian aku menyetel rekaman Antonmelalui notebook aku (filmnya sudah ditransfer dalam format vcd) dalam film ituaku lihat Mayang masuk ke ruangan aku sambil menangis kemudian oleh Antondibimbing ke sofa di depan meja kerja aku dan mereka kemudian mengobrol dandiketahui bahwa Mayang baru saja putus dengan tunangannnya, Anton aku lihatmerangkul Mayang dan Mayang menangis di dada Anton, nggak lama kemudiantangisan Mayang berhenti setelah Anton menghiburnya, namun tangan Mayang masih didada Anton dengan mengusap-usap dadanya, aku lihat Anton makin lamamakin terangsang karena si Mayang menggunakan blouse yang berdada sangatcukup rendah sehingga menonjolkan panyudaranya yang bernomor sekitar 34 B,akhirnya tangan Anton yang semula hanya merangkul pundak Mayang mulaimembelai belai rambut Mayang dan kemudian dagunya dan akhirnya merambatturun ke buah dadanya yang masih terlapis blouse, Mayang tampak belummerespon dan masih mengelus-elus dada Anton.

Tangan kanan Anton kemudianmencoba meremas-remas dada Mayang dan kemudian menelusup kebalik blouseyang di kenakan Mayang dan meremas-remas payudaranya, aku mulai mendengardesahan Mayang aaahhhhhhh ........ aaahhhhhhhhhh ....... terrrrrusssssss .....Terussssss .... jangan berhentiiiiiiii ........ aaahhhhhhhhhhhhh.....ehmmmmmmmmmmm sembari tangan Mayang mulai mengelus-elus danmeremas- remas burung Anton dari luar celananya, tangan Anton kemudianmenjalar ke paha Mayang dan menuju vaginanya , namun sayang usaha tersebutagak terhambat karena Mayang hari itu mengenakan celana panjang, namun Antontidak kekurangan akal dengan menarik zippper celana Mayang dan mulaimenelusupkan tangannya di sana, Mayang semakin keras melenguh ahhhhhhhhh....... aahhhhhhhhhhhh ,....... ehhhhhhhmmmmmm ...... aaahhhhhhhhhhh .........ehhhhhhhhhhh ....... Auuughhhhhhhh ...... auuuuhhhhhhhhh ........Akkkkhhhhhhhhhhhh, semakin kencang tangan Anton bergerak di dalam cd Mayangmeskipun cukup susah baginya karena posisi mereka masih duduk.

Mayang menjadisemakin agresif dan dengan kedua tangannya dia membuka Zippper celana Antondan menarik ekluar penisnya dan segera saja badan Mayang menunduk danmengeluarkan lidahnya dan menyapukannya kepada kepala penis Anton dan terusmenjilat jilatnya, aku lihat Anton hanya bisa menengadah kepalanya sambiltangannya meremas-remas kepala Mayang , ehhhhhmmmm ...ehhhhmmmmm......sloppppp ..... slooooopppp ... Mayang memasukkan penis itu kedalam mulutnyasambil mengisap hisap ... ejhhhhhh mmmmm ..... ehhhhhhmnmmm enak sekaliMayang ... jangan berhenti.... racau Anton, setelah cukup lama Anton merasakanblow job, maka tangan Anton tampak menekan kepala Mayang sambil berteriakaaaakkKkkkhhhhhhhhh ... creeettttt .... creeertttttttt ....akkkkkhhhhhhh . semuacairan sperma menyemprot dengan deras dalam mulut Mayang dan Mayang tampakmenjilat mulutnya sehingga ada beberapa sperma yang meleleh di mulutnya. Antonterkapar lemasz dan kemudian mencium pipi dan mulut Mayang sembarimemeluknya.

Sedang asik-asiknya Anton memeluk Mayang tiba-tiba terdengar suara deringtelepon. Sampai di sini film tersebut terputus, namun aku menjadi konak beratmelihat permainan si Mayang dan aku bertekad untuk dapat melakukan ML denganMayang.Aku kemudian melihat keruangan marketing dan aku lihat di ruangan tersebuttinggal Mayang dan Anton sedangkan staff aku lainnya sedudah (?) pulang danmereka berdua sedang asik dengan pekerjaannya masing-masing sambil ditemanidengan lagu-lagu dari mini compo yang ada di ruangan tersebut.Mayang hari ini mengenakan rok mini dengan belahan di samping dan blazer yangberdada cukup rendah sehingga payudaranga yang putih terlihat menonjol, akukemudian memanggil Mayang dan dia kemudian datang menghadap aku, dia berdirididepan meja kerja aku dan aku bisa melihat dengan leluasa penampilan dia,dengan rambutnya yang sebahu dan kulitnya putih mulusss dan berwarna susu dantinggi badan yang hampir 168 cm dan panyudara yang cukup besar dan pinggulserta pantatnya yang membuncah yang dilapisi oleh rok mini maka terlihat sangatseksilah dia, sebagai kamuflase aku menanyakan beberapa point pekerjaan yangdia kerjakan.

Dia menerangkan sambil berdiri di samping aku sehingga aku bisamencium bau parfumnnya yang wangi, karena dia menerangkan sambilkadang-kadang menunduk maka aku sesekali dapat mengintip buah dadanya yangputiiihhh mulusss yang tersaput oleh BH pink yang berenda dan tipis , membuataku makin konak saja, dianya tampak menyadari bahwa aku sering mengintip buahdadanya namun tampaknya dia cuek saja, aku kemudian meminta Mayangmengambil berkas di meja sofa, dia kemudian bergerak menjauhi aku dan aku bisamemperhatikan pantatnya yang membuncah dan dibalut oleh rok mini satinsehingga tercetaklah garis CDnya dengan jelas, selama dia berjalan pantatnyabergerak-gerak dengan indahnya, dia kemudian membungkuk untuk mengambilberkas yang aku minta, karena gerakan tersebut maka tertariklah rok mini diakeatas sehingga karena posisi dia membelakangi aku maka aku bisa melihat sekilas CDnya yang juga berwarna pink dan berenda.Dia kemudian kembali kesamping aku sambil membuka berkas yang aku minta, akukemudian memberanikan diri untuk membelai tangannya yang berbulu halus danmengusap-usapnya sambil berkata kamu baru saja putus dengan pacarmu ya ?,dia terkejut dan berkata kok Roy (nama aku Roy) tahu, aku bilang iya sebab Antoncerita sama aku, dia terdiam namun tangannya membiarkan kiri tangan aku tetapmengelus-elus tangannya, dan kemudian aku bilang sebaiknya kamu lupakancowok kamu deh sebab kamu cantik dan pasti maih banyak yang akan menyayangikamu, dia kemudian berkata emang aku akan melupakan dia dan aku sekarangcuma happy-happy saja, dengan jawaban ini maka aku semakin berani denganmengelus-elus tangannya dan semakin keatas dan akhirnya tangan aku menyentuhgumpalan dadanya yang emmmpuuukk dan kennnyalll banget, aku usap usap danaku ramas-remas perlahan, sementara Mayang masih tetap berdiri, aku kemudianmembuka kancing blazernya, tapi dia menolak sambil berkata jangan ntar ada yangmasuk, kemudian aku bilang udah nggak ada siapa-siapa kok tinggal Anton doangdan dia nggak akan masuk kalau nggak aku panggil.

Dia kemudian pasrah dantangan aku dengan segera membuka kancing blaxernya sehingga tersibaklahblazernya kesamping dan tampaklah bukit kembarnya yang menggunung danterbalut oleh BH renda tipis sehingga samar-samar terlihatlah putingnya yangkecoklat-coklatan, aku kemudian mendekap tubuhnya dan tangan aku melkingkari badan dia sehingga sampailah dibelakang punggungnya dan dengan mudah aku buka pengait BHnya dan segera aku tarik sehingga buah dadanya segera melompat keluar dengan bebasnya.

Bhnya kemudian aku taruh dilaci aku dan mulut aku segera menyerbu buah dadanya yang berdiri menantang dan segera aku jilat-jilat sembari aku sedot sedot dan Mayang mulai mengeluarkan suara-suara erotis.....ehhhhh ..... ehhhhhhh ..... Ehhhhhhhhh ........ ehhhhhhhhhhh .... Ahhhhhh, aku semakin giat bekerja dan tangan aku sekarang menerobos rok mininya sehingga kedua tangan aku meremas-remas pantat dia sementara mulut aku tetap rajin melahap buah dadanya dengan bergantian dari kiri ke kanan dan sebaliknya,tangan kanan aku kemudian berubah arah dan begerak ke arah vagianannya sementara tangan kiri aku tetap memegang pantat dia sebagai penahan karena posisi Mayang masih tetap berdiri, tangan kanan aku kemudian mulai menggosok-gosok vaginanya yang masih terbalut oleh CDnya dan Mayang semakin kuat mendekap kepala aku di dadanya sambil mulunta berteriak semakin keras aahhhhhhh ...... rooooooy ...... Ahhhhhhhhhh ..... Ennnnakkkkhhhhhh .... rooooy ..... janngan berhenti ,,... ahhhhhhhh .... Teruuuuuu .... Terussssss .... roooooooooy, dia terpekik tatkala tangan aku mnelusup kedalam cdnya dan menggosok klitorisnya, vagina dia mulai memmbanjir sehinggga tangan aku makin mudah bergerak. Aku yang semain bernapsu kemudian aku tarik CD dia ke bawah dan Mayang turut membantu dengan menggerak kakinya sehingga dengan mudah CD tersebut aku simpen dalam laci aku, tangan aku kemudian menyusup kembali kebawah rok mininya dan dengan cepat aku gosook-gosok labia mayora dan labia minoranya sehinggga Mayang berteriak auuuuuhhhh ...... ehhhhhhhhh ..... Ehhhhhhhhhhhhh ...... ehhhhh ....truuuuussssss .... Rroooooyyyyyyyy dengan spontan dia semakin melebarkan kakinya dan aku yang semakin bernapsu dengan teriakan-teriakan dia maka tangan aku kemudian menarik rok mininya ke arah perut sehingga sekarang vaginanya yang berwarna kemereh-merahan dan ditumbuhi dengan bulu-bulu yang cukup lebat tampak terpampanglah dengan jelas di hadapan aku , kemudian tangan kiri aku menahan pantatnya yang putih dan jari telunjuk kanan aku segera masuk kedalam vaginanya yang sudah basah dan Mayang segera melenguh dengan keras akkkhhhhhhhhhh ... Sembari kepalanya terdongak ke atas dan badannya cenderung tertarik kebelakang sehingga buah dadanya yang sudah mengeras dan kemerah-merahan karena hisapan aku semakin menonjol, karena gerakan ini maka blazer dianya semakin tersibak dan hanya bergayut dilengannya semnetara lengannya meremas-remas dadanya sendiri. Dari sudut mata aku, aku lihat Anton mengintip dari balik kaca, namun aku udah nggak perduli dan jari telunjuk aku semakin cepat masuk keluar di vagina Mayang dan sekarang dua jari aku yang masuk dalam vaginannya, dan Mayang semakin kuat berteriak aaahhhhhh .... ahhhhhhhhh ........ Teruuuuuuusssiiiiiiii ..... cepppppppattttttinn .... auuuuuhhhhhh ........ Ehhhhhhhhhhhhhh ..... Aahhhhhhhhhh ........ aaaahhhhhhhhh hhhhhhhh , semakin keras badan dia bergetar dan karena tangan kiri aku makin capek menahan badannya maka aku segera suruh dia duduk di meja aku dan dilepaslah blazernya sehingga hanya rok mininya yang tertarik di daerah perut saja yang ia gunakan sekarang dan dengan separuh telentang dengan kedua sikutnya bertumpu pada meja aku dan pahanya yang terbuka lebar dan betisnya yang menjuntai ke bawah meja aku maka aku bisa melihat vaginanya yang basah, aku kemudian menunduk dan aku segera menjilat-jilat lendir yang ada dipahanya yang mulllus dan kemudian aku jilat jilat bibir vaginannya dan aku sodok-sodok vaginannya dengan lidah aku dan aku sapu klentitnya dan aku masukkan lidah aku kedalam vaginannya .... Auuuuhhhhhh ......auuuhhhhhhhhhh ........ auhhhhhhhhhhhh ....... eeeeehehhhhhhh ........ Ehhhhhhhhhhhhh ..... terussssssss ..... rooooyyyyyy kedua sikutnya sudah tidak kuat lagi menahan badannya yang menggelinjang-gelinjang sehingga sekarang dia telentang penuh di meja aku dan kedua telapak kakinya yang masih memakai sepatu tumit tinggi menginjak meja aku, membuat aku makin leluasa menghisap-hisap vaginanya ...... aaaaaaaaakkkkkkkkkhhhhhhhhhh ...... Akkhhhhhhhhhhhhhhhhh...... eennnnnaaaakkkkkkkkkkkkkk .... sssssshhhhhhhhhhhhh ....... ssssshhhhhhhhhhhh ...... ssssshhhhhhhhhhhh .......... aaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkhhhhhhhhhhhhhhhhhh dengan keras Mayang berteriak dan kedua pahanya yang mulus menjepit kepala aku dengan kerasnya, rupanya Mayang mencapai klimakss, dan kemudian jepitannya mengendur dan badannya terlentang di meja kerja aku. Aku kemudian mengambil tisue dan menyapukan pada wajah aku dan vaginanya yang basah oleh cairan yang baunnya sangat khas, aku kemudian membuka Zipper kemudian mengelus-elus penis aku yang sudah mengeras dan mengocok-ngocoknya sambil melihat pemandangan yang sangat indah yang ada di meja kerja aku, Mayang yang akhirnya melihat kegiatan aku kemudian turun dari atas meja kerja aku dan kemudian berlutut di depan kursi aku dan mulailah dia melakukan blow job untuk aku, dengan lemah lembut lidahnya menyusuri batang penis aku, di jilat-jilatnya kedua bola aku yang menimbulkan sensasi yang nikmat, dan karena psosisi aku cukup menyulitkan baginya maka aku kemudian menaikkan paha aku ketangan kursi sehingga sekarang Mayang dapat melihat dengan jelas lobang anus aku dan dia dengan giat menjilat-jilat batas antara anus dan bola aku ..ahhhhh deasah aku merasakan nikmat yang luar biasa , kemudian Mayang mengulum bola aku ber gantian dan aku mendesah deasah aaahhhh ... Ahhhhhhhhhh ...sssshhhhhhhh ... Akhirnya seteralh menelussuri batang penis aku maka mulut Mayang yang seksi segera mengulum penis aku sementara tangannya mengelos kedua bola aku dan kadang-kadang negocok-ngocok batang penis aku, mulutnya sangat pantai memasukkan dan mengelurakan penis aku dan kadang-kadang di kenyot-kenyotnya membuat aku semakin terangsang aahhhh .... ahhhhhhhh .... Ahhhhhhhhh ... auuuuuhhhhhhhh ..... enghhhhhhhhhhh ..... Enngggghhh semakin cepat gerakan kepala Mayang dan rambutnya yang sebahu turut menambah nikmatnya aku karena sesekali rambunya menyapu perut dan paha aku,, aaaaahhhhhhh ..... aahahhhhhhhhhh ..... eenggggggggghhhhhhh ....... aku semakin kuat berteriak dan ..... Mayang semakin kuat mengenyot dan mempermainkan penis aku ... Aaahhhhhhhhh ..... Aku maaauuuu .. keluaaaarrrrrrr , desah aku ... Mayang makin keras mengenyot penis aku ... dan akhirnya kedua tangan aku menekan kepala Mayang ke bawah sehingga penis aku samin (?) amblas ke dalam mulutnya dan gua pun berteriak aaaaaakkkkkkkkkk hhhhhhhhh ......... Crettttttt ....... creeeetttttttt ..... aaaaaaakkkkhhhhhhhhhhh ......... aakhhhhhhhyhh aku klimak dan menyemprotkan sperma kedalam mulut Mayang yang dengan sigap mulutnya mengenyot penis gua tangannya mengurut-urut batang penis aku membuat aku serasa terbang ke awang-awang. Aku kemudian menarik Mayang berdiri dan aku pangku kemudian aku cium mulut dia meskipun mulunya agak belepotan sperma aku, kemudian aku bilang kamu hebat sekali, kemudian dia bilang ini sih belum seberapa katanya. Setelah beberapa saat kemudian dia bangkit berdiri dan menge

Setelah beberapa saat kemudian dia bangkit berdiri dan mengenakan rok mininya dan blazernya tanpa BH dan CD dan dia berkata dia akan kencing dulu dan kemudian dia berjalan keluar ruangan aku dan aku masih sempat melihat buah dadanya yang berguncang dengan kencang karena tidak menggunakan BH dan pada saat berjalan menjauhi aku aku lihat pantatnya yang membuncah tidak lagi ada garis Cdnya. Aku kemudian memakai pantalon aku dan mengarahkan pandangan aku keluar dan aku lihat si Anton sedang memperhatikan Mayang yang berjalan ke arah toilet dan sesudah Mayang keluar dari toilet maka Anton memanggil Mayang dan kemudian mengatakan sesuatu dan tangan Anton kemudian meremas buah dada Mayang dan mayang dengan demonstratif menepis tangan Anton dan memutar badannya untuk menuju ruangan aku lagi. Setelah Mayang kembali keruangan aku dan duduk di sofa maka aku kemudian memanggil Anton, setelah dia datang maka kemudian aku bilang mari kita segera berangkat survey ke Rumah makan X.

- End -

Taglines: Cerita Panas, Cerita Dewasa, Cerita Seru, Indonesia Menjerit

ads

freezy

0 Responses to "Wild"

Post a Comment